Saturday, 13 Rabiul Akhir 1442 / 28 November 2020

Saturday, 13 Rabiul Akhir 1442 / 28 November 2020

Telkom University jadi Tuan Rumah Kompetisi IT Nasional

Selasa 20 Oct 2020 13:04 WIB

Rep: M Fauzi Ridwan/ Red: Hiru Muhammad

Rektor Telkom University, Prof Adiwijaya mengapresiasi kegiatan pameran dan fashion show yang dilaksanakan oleh mahasiswa tingkat akhir prodi Kriya, Tekstil dan Fashion, Fakultas Industri Kreatif secara virtual di masa pandemi covid-19. Menurutnya, kegiatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan produktivitas mahasiswa dalam berkarya.

Rektor Telkom University, Prof Adiwijaya mengapresiasi kegiatan pameran dan fashion show yang dilaksanakan oleh mahasiswa tingkat akhir prodi Kriya, Tekstil dan Fashion, Fakultas Industri Kreatif secara virtual di masa pandemi covid-19. Menurutnya, kegiatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan produktivitas mahasiswa dalam berkarya.

Foto: istimewa
Kompetisi yang digelar sejak 2007 tersebut kali ini digelar secara daring.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG- Telkom University menjadi tuan rumah untuk keempat kali kompetisi teknologi informasi dan komunikasi antar perguruan tinggi se Indonesia yang diselenggarakan oleh Kemendikbud pada Rabu (21/10) hingga Jumat (23/10) mendatang. Sebanyak 175 perguruan tinggi terlibat dalam kompetisi yang berjudul pagelaran mahasiswa nasional bidang teknologi, informasi dan komunikasi (Gemastik) yang ke 13.

Ketua pelaksana Gemastik ke 13, Dida Diah Damajanti mengungkapkan, pagelaran yang sudah dilaksanakan sejak 2007 kali ini akan dilaksanakan secara daring atau online. Menurutnya, kondisi pandemi covid-19 yang sudah berlangsung 7 bulan terakhir membuat kompetisi tidak bisa dilaksanakan tatap muka. "Telkom University dipercaya menjadi tuan rumah dan ini adalah kali pertama penyelenggaraan secara daring karena tidak memungkinkan onsite," ujarnya, Selasa (20/10).

Menurutnya, kompetisi tahunan mahasiswa teknologi informasi ini berlangsung sejak Juli 2020 lalu pada babak penyisihan melibatkan 2.869 tim dari 175 perguruan tinggi negeri dan swasta di 33 provinsi di Indonesia. Katanya, pada Rabu (21/10) hingga Jumat (23/10) berlangsung babak final yang melibatkan 130 tim yang telah lolos.

Ia menjelaskan, pelaksanaan kompetisi secara daring menuntut konektivitas dan teknologi yang memadai. Oleh karena itu, pihaknya menyiapkan sarana dan prasarana agar mahasiswa yang berkompetisi melaksanakan lomba secara adil dan bermain fair play.

Menurutnya, pelaksanaan kompetisi teknologi informasi tahunan ini diselenggarakan untuk menghasilkan yang terbaik di bidang teknologi informasi. Selain itu katanya, pihaknya mengundang beberapa perusahaan teknologi informasi untuk melihat talenta-talenta mahasiswa yang berprestasi.

"Mereka (perusahaan).juga bisa secara langsung merekrut (mahasiswa) dan bisa menggunakan hasilnya (produk) untuk dikomersialisasikan. Ini bagus pengembangan produk ke depan," ungkapnya.

Direktur Kemahasiswaan Telkom University, Desy Dwi Nurhandayani mengatakan pelaksanaan kompetisi teknologi informasi dan komunikasi secara daring menuntut fairnes dan fair play. Selain itu katanya sebanyak 130 tim yang lolos ke babak final terdiri dari tiga orang.

"Pembukaan resmi pada tanggal 22 dan acara final tanggal 23 pagi dan sore pengumuman final hasil juara," katanya. Sebanyak 33 juri akan menilai yang terdiri dari dosen dan pakar di perguruan tinggi negeri dan swasta serta 2 perwakilan dari kalangan industri.

Ia melanjutkan, kategori lomba yang dikompetisikan terdapat 11 kategori yaitu pemograman, keamanan siber, penambangan data, desain pengalaman pengguna, animasi, kota cerdas, karya tulis ilmiah TIK, pengembangan perangkat lunak, piranti cerdas, sistem benam dan IOT, pengembangan aplikasi permainan dan pengembangan bisnis TIK.

Desy mengatakan, pihak panitia menyiapkan command center di Telkom University untuk mengawasi jalannya kompetisi serta menyiarkan lomba-lomba. Katanya, peserta dan juri terlibat dalam lomba dengan menggunakan aplikasi yang dibuat oleh panitia."Pelaksanaan gemastik ke 13 secara daring baik secara teknologi dan prosedur pelaksanaan agar tertuju fairnes, semua tim memiliki kemmapuan infrastuktur yang sama dan fair play semua tim bisa dengan jujur karena onlone bisa menjadi celah untuk tidak fair play," katanya.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA