Friday, 20 Zulhijjah 1442 / 30 July 2021

Friday, 20 Zulhijjah 1442 / 30 July 2021

Wapres Dorong Digitalisasi Pemasaran UMKM saat Pandemi Covid

Selasa 20 Oct 2020 09:19 WIB

Rep: Fauziah Mursid/ Red: Fuji Pratiwi

Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin. Wapres mendorong digitalisasi pemasaran UMKM.

Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin. Wapres mendorong digitalisasi pemasaran UMKM.

Foto: dok. KIP/Setwapres
Usaha yang tak turun pendapatannya saat pandemi adalah yang memasarkan secara online.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin mendorong pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) mengadopsi penggunaan teknologi digital dalam pengembangan usahanya. Ia menilai, penggunaan teknologi digital semakin diperlukan di tengah pandemi Covid-19 yang berlangsung saat ini.

"Berdasarkan hasil survey Bank Dunia, beberapa usaha yang tidak mengalami penurunan pendapatan selama pandemi Covid-19 ini adalah mereka yang menggunakan penjualan online sebagai sarana pemasaran mereka," ujar Kiai Ma'ruf dalam sambutan Peresmian Peluncuran Program Pelatihan Digitalisasi Pemasaran dan Manajemen Halal melalui daring, Selasa (20/10).

Kiai Ma'ruf mengatakan, pemanfaatan teknologi digital dapat mendorong pengembangan UMKM. Selain itu, pemanfaatan teknologi digital juga bagian transformasi ekonomi dan penguatan ekonomi kelompok masyarakat terbawah agar lebih produktif dan menghasilkan nilai tambah yang tinggi.

Namun demikian, kata Kiai Ma'ruf, masih terdapat tantangan dalam penerapan teknologi digital untuk UMKM di Indonesia.

"Sayangnya, dengan segala potensi teknologi digital yang ada, baru sekitar 13 persen atau hanya sekitar 8,3 juta dari 64,2 juta pelaku UKM secara nasional yang memanfaatkan teknologi digital, khususnya platform e-commerce, berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM," ujarnya. 

Karena itu, perluasan akses pasar, melalui kerja sama dengan berbagai platform digital marketplace untuk UMKM menjadi semakin diperlukan. Hal ini sangat penting karena UMKM memiliki kontribusi yang besar dan krusial karena mencakup 99 persen dari jumlah unit usaha di Indonesia.

 

Baca Juga

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA