Saturday, 13 Rabiul Akhir 1442 / 28 November 2020

Saturday, 13 Rabiul Akhir 1442 / 28 November 2020

Warga Palestina Usir Delegasi UEA dari Masjid Al-Aqsa

Selasa 20 Oct 2020 07:55 WIB

Rep: Lintar Satria/ Red: Nur Aini

Masjid Al Aqsa

Masjid Al Aqsa

Foto: AP
Pengusiran dilakukan karena normalisasi hubungan UEA dan Israel.

REPUBLIKA.CO.ID, YERUSALEM -- Warga Palestina mengusir delegasi Uni Emirat Arab (UEA) dari masjid Al-Aqsa di Yerusalem, tempat tersuci ketiga bagi muslim. Pengusiran dilakukan karena normalisasi hubungan UEA dan Israel.

Orang Palestina menilai kesepakatan itu telah mengkhianati cita-cita negara Palestina. Dalam video yang diunggah di halaman Facebook Palestinian Wadi Hilweh Information Center terlihat delegasi UEA diusir setelah masuk ke Al-Aqsa melalui gerbang yang dijaga polisi Israel.

Dalam video tersebut seorang laki-laki Palestina menegur delegasi UEA tentang normalisasi hubungan dengan Israel dan memintanya pergi. Tidak lama kemudian delegasi itu meninggalkan masjid.

Baca Juga

Kunjungan delegasi UEA itu dilakukan setelah Bahrain dan Israel meresmikan hubungan diplomatik. Perdana Menteri Palestina Muhammad Shtayyeh mengatakan kesepakatan itu 'hadiah gratis untuk pendudukan Israel untuk merebut lebih banyak tanah Palestina dan membangun lebih banyak pemukiman'.

"Masjid Al-Aqsa harusnya dimasuki melalui gerbang pemiliknya, tidak melalui gerbang yang diduduki Israel, sedih melihat delegasi Arab masuk melalui gerbang Israel, sementara jamaah menolak akses mereka untuk sholat," kata Shtayyeh seperti dilansir media Turki, Daily Sabah, Selasa (20/10).  

UEA dan Bahrain menandatangani kesepakatan yang ditengahi Amerika Serikat (AS) untuk menormalisasi hubungan dengan Israel pada 15 September lalu. Kelompok-kelompok Palestina mengecam kesepakatan tersebut dengan mengatakan perjanjian itu mengabaikan hak rakyat Palestina.

Perjanjian itu juga mematahkan konsensus Arab yang telah berlangsung selama puluhan tahun untuk tidak akan pernah menormalisasi hubungan dengan Israel hingga ada perdamaian dengan Palestina. Rakyat Palestina menilai kesepakatan itu 'mengkhianati' mereka.

Otoritas Palestina menjaga konsensus Arab yang memastikan normalisasi hubungan negara-negara Arab hanya akan terjadi bila Israel memenuhi sejumlah syarat. Salah satunya menarik diri dari pemukiman yang mereka duduki sejak Perang Timur Tengah tahun 1967.  

Syarat lain yakni menyetujui Yerusalem Timur ibu kota negara Palestina. Syarat ketiga adalah menemukan solusi bagi jutaan pengungsi Palestina dan keturunan mereka yang terusir dari negara mereka sendiri. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA