Saturday, 13 Rabiul Akhir 1442 / 28 November 2020

Saturday, 13 Rabiul Akhir 1442 / 28 November 2020

Kritik Project Big Picture, Pemilik Leeds Dicap Munafik

Senin 19 Oct 2020 23:50 WIB

Rep: Reja Irfa Widodo/ Red: Gilang Akbar Prambadi

Liga primer inggris

Liga primer inggris

Foto: http://www.skysports.com
Gagasan ini berasal dari pemilik Manchester United dan Liverpool.

REPUBLIKA.CO.ID, LEEDS -- Direktur Eksekutif dari enam klub besar Liga Primer Inggris dikabarkan kecewa dengan sikap dan perkataan yang dilontarkan pemilik Leeds United, Andrea Radrizzani. Ini terkait rencana penerapan Project Big Picture (PBP) di pentas Liga Primer Inggris. Bahkan, pengusaha asal Italia itu disebut munafik lantaran menolak ide PBP tersebut.

Lewat Project Big Picture (PBP), yang diinisiasi oleh pemilik Manchester United dan Liverpool, para anggota Big Six, atau sebutan klub besar di Liga Primer Inggris, merasa layak memiliki proporsi yang lebih besar dalam mengatur bagaimana kompetisi tersebut dijalankan. Big Six merasa telah memberikan kontribusi yang besar dalam perkembangan Liga Primer Inggris, terutama dalam peningkatan hak siar televisi.

Salah satu proposal dalam PBP itu adalah adanya hak istimewa pada sembilan klub, termasuk The Big Six, dalam pengambilan keputusan yang berkaitan dengan kompetisi. Secara umum, PBP dianggap menjadi langkah awal dalam mereformasi kompetisi paling bergengsi di pentas Liga Primer Inggris tersebut. Namun, langkah ini ditentang berbagai pihak, termasuk dari Radrizzani.

Radrizzani menilai PBP adalah cara yang diambil klub-klub besar untuk menguasai Liga Primer Inggris. Cara-cara ini, tutur Radrizzani, merupakan cara-cara yang memalukan. Radrizzani merupakan pemilik klub Liga Primer Inggris yang pertama kali bersuara dan langsung menolak ide PBP tersebut.

Komentar Radrizzani ini akhirnya membuat Direktur Eksekutif enam anggota klub besar Liga Primer Inggris marah dan kecewa. 

''Leeds hanya bermain di empat laga Liga Primer Inggris dalam 16 tahun terakhir. Tentu akan sangat sulit buat mereka (direktur eksekutis klub besar) untuk menerima ceramah dari pemilik klub tersebut. Mengingat Leeds hanya menghabiskan 20 tahun terakhir di Divisi Championship, apakah adil mereka lebih didengar ketimbang pihak yang telah membuat kompetisi ini menjadi yang terbaik di dunia,'' ujar seorang sumber kepada Sports Mail, Senin (19/10).

Dalam laporan Daily Mail itu, Radrizzani juga disebut sebagai sosok yang munafik. Pasalnya, Radrizzani merupakan salah satu sosok penting yang mengusulkan pembentukan Premier League 2, kompetisi yang terpisah dari English Football League (EFL), pada beberapa tahun lalu. 

Usulan ini dilontarkan Radrizzani saat Leeds United masih berkiprah di Divisi Championship. Namun, usulan pembentukan Premier League 2 ditentang oleh Federasi Sepak Bola Inggris (FA), Premier League, EFL. 

Tidak hanya itu, pengusaha yang mengambil alih sebagian besar saham Leeds United pada 2017 itu juga disebut-sebut sebagai salah satu inisiator pertemuan tertutup antara klub-klub kontestan Championship, dua tahun lalu. Pertemuan itu digelar untuk menekan EFL agar melakukan negosiasi ulang terkait pembagian keuntungan dari hak siar. Ujungnya, 15 klub Divisi Championship sempat mengirim surat kepada EFL.  

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA