Saturday, 13 Rabiul Akhir 1442 / 28 November 2020

Saturday, 13 Rabiul Akhir 1442 / 28 November 2020

BPOM, MUI dan Kemenag Inspeksi Kehalalan Vaksin Sinovac

Senin 19 Oct 2020 21:15 WIB

Rep: Surya Dinata/ Red: Wisnu Aji Prasetiyo

SinoVac, salah satu perusahaan farmasi China yang memproduksi salah satu kandidat vaksin Covid-19.

Foto: Ng Han Guan/AP
EMBED
Inspeksi terkait dengan sertifikat kehalalan vaksin.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Dirjen P2P) Kementerian Kesehatan  Republik Indonesia Achmad Yurianto mengatakan, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Majelis Ulama Indonesia (MUI), Kementerian Agama sedang melakukan inspeksi terhadap proses pembuatan vaksin oleh Sinovac di Cina.

Sejumlah lembaga tersebut melakukan inspeksi terkait dengan sertifikat kehalalan vaksin. Hal tersebut menurutnya kini sedang berproses.

Yuri menambahkan, Sinovac memberikan komitmen kepada Indonesia untuk dapat kesempatan membeli vaksin dalam bentuk sudah jadi sebanyak dua kali pengiriman. Pertama pada bulan November akan dikirimkan 1,5 juta dan di bulan Desember 1,5 juta vaksin. Vaksin Sinovac dibutuhkan dua kali dosis sehingga total yang bisa divaksinasi adalah 1,5 juta orang.

 

 

Video Editor | Fian Firatmaja

Dapatkan Update Berita Republika

 
 

BERITA LAINNYA