Senin 19 Oct 2020 19:10 WIB

India Tangkap Tentara China di Ladakh

Diduga tentara China itu tersesat dan memasuki wilayah de facto India.

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Teguh Firmansyah
Sejumlah prajurit paramiliter India berjaga pada pos pemeriksaan di sepanjang jalan raya menuju Ladakh,
Foto: EPA-EFE/FAROOQ KHAN
Sejumlah prajurit paramiliter India berjaga pada pos pemeriksaan di sepanjang jalan raya menuju Ladakh,

REPUBLIKA.CO.ID, LADAKH -- Militer India menangkap seorang tentara China di wilayah Ladakh Timur pada Senin (19/10). Daerah perbatasan itu telah menjadi medan bentrokan pasukan kedua negara beberapa bulan lalu.

Menurut keterangan yang dirilis militer India, tentara Cina tersebut ditangkap di daerah Demchok. Dia diduga tersesat dan melintasi perbatasan de facto kedua negara. Setelah menjalani serangkaian prosedur, tentara China itu dibebaskan.

Baca Juga

"Tentara China telah diberikan bantuan medis termasuk oksigen, makanan, dan pakaian hangat untuk melindunginya dari ketinggian ekstrem serta kondisi iklim yang keras," kata militer India dalam keterangannya.

Belum ada komentar resmi dari Pemerintah China terkait penangkapan tersebut. China dan India telah sepakat untuk menghentikan pengerahan lebih banyak pasukan ke wilayah perbatasan mereka. Kedua negara pun setuju menghindari tindakan yang dapat memperumit situasi serta ketegangan.

Kesepakatan itu muncul setelah komandan senior India dan China mengadakan Military Commander-Level Meeting putaran keenam di Moldo pada 21 September lalu. Menurut juru bicara Kementerian Pertahanan China Wu Qian, pejabat senior militer dari kedua negara melakukan diskusi dan bertukar pikiran tentang sengketa perbatasan Himalaya yang diperebutkan di Ladakh.

Dalam siaran pers bersama seusai pertemuan, India dan China setuju untuk "menghindari kesalahpahaman" dan "menahan diri agar tidak mengubah situasi di lapangan secara sepihak". Pertemuan komandan militer kedua negara di Moldo merupakan yang perdana sejak 2 Agustus.

Pascapembicaraan terakhir mereka, pasukan China dan India setidaknya terlibat dua kali bentrokan di wilayah perbatasan. Kedua negara bahkan sempat saling tuding sebagai pihak yang pertama melepaskan tembakan peringatan. Meletusnya tembakan sebenarnya telah melanggar perjanjian yang mengatur pelarangan penggunaan senjata api dalam jarak dua kilometer dari Line of Actual Control (LAC), yakni perbatasan de facto Cina dan India.

Pada 7 September, pasukan India dan China terlibat bentrok di wilayah Ladakh, tepatnya di sekitar Danau Pangong Tso. Terdapat tembakan peringatan yang dilepaskan ke udara. China dan India saling tuding sebagai pihak yang melakukan hal tersebut. Bentrokan serupa juga terjadi pada 29 Agustus.

Pada 15 Juni lalu, tentara India dan China terlibat bentrokan di Lembah Galwan, Ladakh. Peristiwa itu  mengakibatkan 20 tentara India tewas. Sementara China disebut memiliki 40 korban jiwa, termasuk seorang komandan. Pasca bentrokan tersebut, Cina dan India melakukan pembicaraan di level diplomatik serta militer. Kedua negara setuju untuk mengambil langkah-langkah yang bertujuan mengurangi ketegangan di perbatasan.

sumber : Reuters
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement