Friday, 12 Rabiul Akhir 1442 / 27 November 2020

Friday, 12 Rabiul Akhir 1442 / 27 November 2020

Sosialisasi Program Guru Penggerak Disambut Antusias

Senin 19 Oct 2020 22:38 WIB

Red: Bilal Ramadhan

Acara sosialisasi program guru penggerak melalui webinar dengan perwakilan guru dan tenaga kependidikan dari Provinsi Gorontalo, Sulawesi Tengah dan Sulawesi Selatan, akhir pekan lalu.

Acara sosialisasi program guru penggerak melalui webinar dengan perwakilan guru dan tenaga kependidikan dari Provinsi Gorontalo, Sulawesi Tengah dan Sulawesi Selatan, akhir pekan lalu.

Foto: Istimewa
Untuk angkatan kedua, kemendikbud buka kesempatan untuk 2.800 guru dari 56 kabupaten.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Perwakilan guru dan tenaga kependidikan jenjang TK, SD, SMP dan SMA menyambut antusias sosialisasi program guru penggerak angkatan kedua yang diluncurkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Pendaftaran program angkatan kedua sudah dimulai dari tanggal 13 Oktober dan ditutup pada tanggal  7 November 2020.

“Kami sangat senang karena sambutan dari acara sosialisasi ini cukup baik. Mereka sangat antusias dengan banyaknya pertanyaan mengenai program ini,” kata Direktur Direktorat GTK PAUD, Santi Ambarrukmi dalam acara sosialisasi program guru penggerak melalui webinar dengan perwakilan guru dan tenaga kependidikan dari Provinsi Gorontalo, Sulawesi Tengah dan Sulawesi Selatan, dalam rilisnya, pada akhir pekan lalu.

Terkait program ini, Dinas Kependidikan di daerah juga menyampaikan komitmen untuk membantu sosialisasi. “Untuk program ini kami bahkan akan mewajibkan guru inti untuk mendaftar program guru penggerak,” kata Racmat Sasmito selaku Kepala Dinas Kabupaten Jeneponto.

Program guru penggerak bertujuan meningkatkan kompetensi guru agar mampu menciptakan ekosistem yang berdaya dan berkomitmen dalam meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar murid. Peserta guru penggerak akan menjalani pendidikan selama sembilan bulan.

Untuk angkatan kedua, kemendikbud membuka kesempatan kepada 2.800 guru dari 56 kabupaten. Peserta guru penggerak, bukan hanya guru yang berstatus PNS, tetapi juga bisa dari guru non PNS baik dari sekolah negeri maupun swasta. Program guru penggerak sudah dicanangkan sejak 3 Juli 2020. Untuk angkatan pertama sudah tersaring 2.800 guru dari 19.218 guru yang mendaftar.

Selain merekrut calon peserta program Guru Penggerak, Kemendikbud juga mendorong guru berpengalaman, kepala sekolah, pengawas sekolah, praktisi/akademisi/konsultan untuk mendaftarkan diri sebagai pengajar praktik (pendamping) program Guru Penggerak. Seleksi pengajar praktik (pendamping) akan dibuka tanggal 20 Oktober–13 November 2020.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Iwan Syahril Iwan menjelaskan, fokus program Guru Penggerak ada pada peningkatan hasil belajar murid yang tidak terlepas dari upaya peningkatan kompetensi guru. Para pendidik diminta menciptakan ekosistem pendidikan yang bertujuan meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar siswa.

Guru penggerak diharapkan mendorong pertumbuhan murid secara holistik dan menjadi pelatih atau mentor bagi guru lain, menularkan pengalaman terbaik, di sekolah maupun lingkungan. “Kami menargetkan sampai tahun 2024 jumlah guru penggerak akan mencapai 405.900 guru,” kata Iwan.

Semua informasi terkait dengan seleksi calon peserta dan pengajar praktik (pendamping) program Guru Penggerak dapat diakses melalui laman sekolah.penggerak.kemdikbud.go.id/gurupenggerak.

Sosialisasi ini akan dilanjutkan dengan Pendampingan dan Bimbingan Teknis Pendaftaran Program Guru Penggerak Angkatan 2 pada tanggal 20 Oktober 2020 melalui Virtual Meeting untuk wilayah Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, dan Gorontalo. Semua stakeholder (guru-guru semua jenjang TK, SD, SMP, dan SMA) dapat mengikuti kegiatan yang digagas oleh Direktorat GTK PAUD, Direktorat Jenderal GTK, Kemdikbud.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA