Wednesday, 17 Rabiul Akhir 1442 / 02 December 2020

Wednesday, 17 Rabiul Akhir 1442 / 02 December 2020

Amankan Suara, PDIP Surabaya Latih 10 Ribu Saksi

Senin 19 Oct 2020 11:45 WIB

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Agus Yulianto

Pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Surabaya Machfud Arifin (kiri) dan Mujiaman (kanan).

Pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Surabaya Machfud Arifin (kiri) dan Mujiaman (kanan).

Foto: Antara/Moch Asim
Pelatihan saksi Eri-Armuji dilakukan maraton di 154 kelurahan, selama 18-26 Oktober.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- PDI Perjuangan Kota Surabaya memberi pelatihan terhadap saksi-saksi yang akan disiagakan di tempat pemungutan suara (TPS) pada gelaran Pilwali Surabaya 2020. Dilatihnya saksi-saksi tersebut dimaksudkan untuk mengamankan perolehan suara bagi pasangan Calon Wali Kota Eri Cahyadi dan wakilnya Armuji.

"Pelatihan saksi Eri-Armuji dilakukan secara maraton di 154 kelurahan, selama 18-26 Oktober 2020. Pelatihan akan melibatkan 10.368 saksi yang tersebar di 5.184 TPS di seluruh Surabaya,” ujar Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya Adi Sutarwijono di Surabaya, Senin (19/10).

Bagi PDI Perjuangan, kata Adi, seluruh saksi Eri-Armuji harus mempunyai daya juang yang tinggi sebagai garda terdepan untuk memenangkan Pilkada Surabaya 9 Desember 2020. Menurutnya, dengan daya juang dan militansi tinggi, seluruh saksi bertugas melipatgandakan suara dukungan rakyat bagi Eri-Armudji.

"Mereka harus terampil bertugas kampanye door to door, dari rumah ke rumah, dengan militansi tinggi. Mengajak masyarakat datang ke TPS, dan memilih pasangan nomor 1," ujar Adi.

Adi menjelaskan, pelatihan saksi sudah harus selesai akhir Oktober. Kemudian, para saksi bertugas satu bulan penuh untuk menjaring pemilih dari rumah ke rumah. 

Para saksi, kata dia, harus menguasai medan wilayah tempat dia bertugas. Pasalnya, mereka adalah sosok yang mempunyai kesetiaan tinggi kepada cita-cita bersama untuk mensejahterakan masyarakat dan memastikan Surabaya tidak kembali mundur.

Adi menegaskan, semua saksi juga harus memahami seluruh regulasi pencoblosan dan penghitungan suara di TPS. “Mereka harus memastikan pemberian suara masyarakat dan rekapitulasi suara, berjalan baik dan benar, jujur dan adil di semua TPS. Jangan sampai ada kecurangan di TPS,” kata Adi.

 

 
 

BERITA LAINNYA