Wednesday, 4 Rabiul Awwal 1442 / 21 October 2020

Wednesday, 4 Rabiul Awwal 1442 / 21 October 2020

Mulai Besok Jam Operasional KRL Kembali Normal

Senin 19 Oct 2020 00:05 WIB

Rep: Shabrina Zakaria/ Red: Andi Nur Aminah

Petugas mengimbau penumpang yang akan menaiki KRL Commuter Line untuk tetap menjaga jarak (ilustrasi)

Petugas mengimbau penumpang yang akan menaiki KRL Commuter Line untuk tetap menjaga jarak (ilustrasi)

Foto: Republika/Putra M. Akbar
kapasitas pengguna tiap kereta tetap 74 orang per gerbong agar tetap bisa jaga jarak.

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Mulai Senin (19/10) jam operasional Kereta Rel Listrik (KRL) Commuterline kembali normal, yakni pukul 04.00 WIB hingga menjelang pukul 24.00 WIB. Jam operasional ini sama dengan jam operasional sebelum pandemi Covid-19.

VP Corporate Communications PT Kereta Commuter Indonesia (KCI), Anne Purba mengatakan jumlah kereta yang akan beroperasi adalah 91 rangkaian kereta setiap harinya. Namun, kapasitas pengguna tiap kereta tetap 74 orang per-kereta atau gerbong agar penumpang tetap bisa menjaga jarak.

“Pembatasan kapasitas pengguna di tiap kereta tidak berubah, yaitu 74 orang per-kereta atau sekitar 40 persen dari kapasitas pengguna KRL,” ujar Anne ketika dikonfirmasi, Ahad (18/10).

Baca Juga

Anne berharap, dengan kembali normalnya jadwal keberangkatan KRL para pengguna bisa memiliki banyak pilihan keberangkatan. Apalagi dengan jumlah 993 perjalanan setiap harinya. Oleh karena itu, para pengguna tidak perlu memaksakan diri untuk masuk ke dalam kereta yang telah penuh. Terutama pada jam sibuk sore hingga pada malam hari agar terhindar dari kepadatan di kereta maupun di stasiun.

“Dengan jumlah perjalanan KRL yang mulai Senin (19/10) kembali mencapai 993 perjalanan setiap harinya, PT KCI mengharapkan kerja sama yang lebih baik dari pengguna dalam mewujudkan jaga jarak aman sesama pengguna,” tutur Anne.

Selain menerapkan jaga jarak, Anne mengatakan PT KCI terus mengajak para pengguna KRL untuk tetap menerapkan penggunaan masker dan mencuci tangan. Masker yang saat ini diizinkan untuk digunakan di dalam kereta maupun di area stasiun adalah masker yang efektif mencegah droplet, bukan buff ataupun masker scuba. Selain itu, PT KCI juga menyediakan wastafel tambahan di seluruh stasiun yang melayani KRL.

Anne menjelaskan, hal tersebut dilakukan PT KCI sebagai bentuk upaya agar masyarakat bisa kembali beraktivitas. “Dengan protokol kesehatan yang maksimal, serta kerja sama baik dari seluruh penggunanya, KRL dapat menjadi pilihan transportasi aman dan sehat selama masa pandemi Covid-19 ini,” ujarnya.

Diketahui, hingga akhir pekan ini, KRL masih beroperasi sampai pukul 22.00 WIB. Oleh karena itu, Anne meminta para pengguna untuk mengecek informasi jadwal terbaru, dan kondisi kepadatan stasiun melalui aplikasi KRL Access.

Sementara itu, Pengamat Transportasi Publik, Djoko Setijowarno mengatakan tidak masalah jika KRL mulai beroperasi di jam normal. Asalkan, menurutnya masih dengan protokol kesehatan. “Tidak masalah, asal masih tetap dengan protokol kesehatan,” katanya ketika dihubungi Republika.co.id

Djoko menambahkan, jika dengan jam normal masyarakat masih berdesakan di dalam kereta maupun di area stasiun, maka yang dapat dilakukan adalah dengan menggunakan alternatif bus. Yakni bus JR Connection atau bus gratis jika bus tersebut masih disediakan di setiap stasiun. Sebab, meski aktivitas warga mulai meningkat, kapasitas kereta memang tidak bisa ditambah. "Pengguna meningkat, namun kapasitas tidak bisa bertambah. Sudah maksimal," ujarnya.

 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA