Wednesday, 4 Rabiul Awwal 1442 / 21 October 2020

Wednesday, 4 Rabiul Awwal 1442 / 21 October 2020

Pakar: Cegah Banjir dengan Normalisasi Saluran Air

Ahad 18 Oct 2020 14:00 WIB

Red: Yudha Manggala P Putra

Ilustrasi.

Ilustrasi.

Foto: Antara/Aprillio Akbar
Pencegahan bencana banjir jangka pendek dapat melalui normalisasi sungai.

REPUBLIKA.CO.ID, PURWOKERTO -- Pakar Hidrologi dan Sumber Daya Air, Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Yanto, Ph.D mengatakan salah satu upaya jangka pendek yang dapat dilakukan untuk mencegah banjir melalui normalisasi saluran air.

"Untuk upaya pencegahan bencana banjir secara jangka pendek masyarakat dapat melakukan normalisasi saluran air dengan cara pembersihan saluran dari sedimentasi maupun dari sampah," katanya di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Ahad (18/10).

Selain itu, kata dia, pengoperasian waduk dengan prioritas pada pengendalian banjir. "Perencanaan pengoperasian waduk tersebut mulai dapat dilakukan sejak curah hujan mulai tinggi atau pada awal pergantian musim," katanya.

Dia menambahkan bahwa upaya pencegahan secara jangka panjang perlu dilakukan pembangunan infrastruktur konservasi air, baik dalam skala individu maupun pemerintah.

"Pada skala individu misalnya adalah membuat biopori dan juga sumur resapan, hal ini dapat dilakukan oleh masyarakat sejak jauh-jauh hari atau sebelum datangnya musim penghujan," katanya.

Dia menjelaskan sumur resapan dan biopori merupakan dua teknologi sederhana yang selama ini telah dikenal luas di masyarakat.

"Meskipun pada mulanya teknologi ini ditujukan sebagai upaya konservasi air tanah, tetapi dampak tidak langsungnya adalah dapat juga berkontribusi dalam mengurangi debit banjir," katanya.

Pada skala pemerintah, kata dia mencontohkan, melalui pembuatan embung, waduk, danau, situ, bendung dan lain-lain.

"Jumlahnya perlu terus diperbanyak dan disesuaikan dengan kondisi agar makin efektif dalam upaya pencegahan banjir," katanya.

Dia mengatakan upaya pengendalian banjir tidak bisa diselesaikan secara instan karena diperlukan perencanaan yang matang.

"Selain itu, pengendalian banjir juga tidak bisa dibebankan semata-mata kepada pemerintah karena semua warga negara berkewajiban untuk melakukan upaya pengendalian banjir," katanya.

Oleh karena itu, menurut dia, pendekatan teknologi sederhana yang dapat diterapkan secara individual menjadi penting dalam rangka meningkatkan peran aktif semua pihak guna mencegah banjir.

Dia juga mengatakan sosialisasi mengenai upaya mitigasi banjir perlu terus menerus dilakukan kepada seluruh masyarakat.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA