Friday, 4 Rabiul Awwal 1444 / 30 September 2022

Pemkot Tangerang Setop Pakai Hotel untuk Isolasi OTG Covid

Ahad 18 Oct 2020 09:30 WIB

Rep: Eva Rianti/ Red: Yudha Manggala P Putra

Ilustrasi.

Ilustrasi.

Foto: Antara/Adeng Bustami
Isolasi mandiri pasien Covid-19 di Kota Tangerang akan dimaksimalkan di Puskesmas.

REPUBLIKA.CO.ID, TANGERANG -- Pemerintah Kota Tangerang tidak lagi menggunakan hotel sebagai tempat isolasi pasien Covid-19 dengan kategori orang tanpa gejala (OTG). Isolasi pasien selanjutnya akan dilakukan di puskesmas.  

Asisten Administrasi Pemkot Tangerang Kiki Wibhawa menyatakan sebelumnya menggunakan Hotel Kyriad untuk isolasi pasien OTG Covid-19 sejak 5 September 2020 lalu. “Hotel Kyriad dan RPS (Rumah Perlindungan Sosial) tidak lagi untuk merawat masyarakat positif Covid-19,” tuturnya dalam keterangan pers diterima Republika.co.id, Jumat (16/10).

Rencananya, hotel yang terletak di Kecamatan Neglasari tersebut setop melayani pasien Covid-19 mulai Senin esok. Lebih lanjut, pihaknya akan memaksimalkan puskesmas untuk menampung pasien Covid-19. Di antaranya Puskesmas Jurumudi Baru, Puskesmas Panunggangan Barat, dan Puskesmas Gembor.  “Lantaran kasusnya turun jadi puskesmas yang ada dirasa cukup untuk fasilitas isolasi,” kata Kiki.

Sementara di Kota Tangerang Selatan, penggunaan hotel bagi pasien OTG Covid-19 ditangguhkan. Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany mengatakan  tawaran dari BNPB pusat untuk menggunakan hotel tidak jadi karena Rumah Lawan Covid (RLC) dinilai masih memadai menampung pasien Covid-19.

“Diskusi kami dengan PHRI, RLC, dan Dinkes, intinya RLC masih memadai, hotel juga masih ada aktivitasnya,” kata dia.

Airin melanjutkan, PHRI siap bila hotel untuk dijadikan tempat karantina. Sejauh ini, pihaknya sedang fokus meningkatkan jumlah kamar agar bisa menampung pasien Covid-19 lainnya yang terpapar Covid-19.

“PHRI siap bila dibutuhkan, tapi RLC masih memadai. Maka kita dorong tetap di RLC karena kita lagi fokus peningkatan jumlah kamar dan tenaga medis,” jelasnya. Dia menegaskan, pilihan hotel dijadikan sebagai tempat isolasi pasien Covid-19 merupakan plan B bagi Pemkot Tangsel.

Berbeda dengan Kota Tangerang dan Tangsel, Pemerintah Kabupaten Tangerang dikabarkan masih menggunakan hotel, yakni Hotel Yasmin sebagai tempat isolasi pasien Covid-19 kategori OTG.

Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan pada Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang Achmad Muchlis mengatakan, pergerakan pasien OTG yang isolasi mandiri di Hotel Yasmin terbilang masih tinggi, namun cenderung melandai dibandingkan sekitar sebulan yang lalu.

“Awal-awal okupansinya 100 persen, sekarang sudah turun ke 90 persen, tapi kita tetap persiapkan kamar,” ujarnya saat dihubungi Republika.co.id awal pekan ini.

Adapun, tingkat okupansi ruang ICU, kata Muchlis, mencapai 85 persen. Dia menuturkan, Pemkab Tangerang masih memaksimalkan kamar Hotel Yasmin sebagai tempat isolasi pasien Covid-19. Belum ada rencana untuk menambah hotel.

Pihaknya menyiapkan kamar tambahan di hotel tersebut seiring tes usap yang masih masif dilakukan.  Jumlah kamar tambahan mencapai 120 kamar.

“Sampai saat ini tower depan masih memungkinkan untuk ditempatkan, kita siapkan 120 kamar,” jelasnya menambahkan bahwa ratusan kamar tersebut bakal siap dihuni jika memang dibutuhkan untuk digunakan.

Berdasarkan data yang dihimpun, per 18 Oktober 2020 pukul 07:50 WIB, kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Tangerang mencapai 1.949. Rinciannya terdiri dari 217 orang dalam perawatan, 1.668 orang sembuh, serta 64 orang meninggal dunia.

Di Kota Tangerang Selatan, tercatat terdapat 1.433 kasus terkonfirmasi positif. 1.271 orang di antaranya dinyatakan sembuh, 89 masih dalam perawatan, dan 73 meninggal dunia.

Sementara itu, di Kabupaten Tangerang, total kasus konfirmasi positif mencapai 2.322. Sebanyak 1.935 orang dinyatakan sembuh, 122 dalam perawatan, 212 konfirmasi isolasi, dan 53 meninggal dunia.

Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA