Thursday, 5 Rabiul Awwal 1442 / 22 October 2020

Thursday, 5 Rabiul Awwal 1442 / 22 October 2020

Cai Changpan Gantung Diri di Dekat Pembakaran Ban Bekas

Ahad 18 Oct 2020 06:43 WIB

Rep: Eva Rianti / Red: Gita Amanda

Cai Changpan alias Cai Ji Fan

Cai Changpan alias Cai Ji Fan

Foto: Tangkapan layar Youtube
Saat polisi ke TKP, tubuh Cai dalam kondisi kotor dan lusuh

REPUBLIKA.CO.ID, TANGERANG -- Narapidana asal China Cai Changpan yang kabur dari Lapas Klas 1 Tangerang ditemukan tewas di pabrik yang berlokasi di Desa Koleang, Jasinga, Kabupaten Bogor, Sabtu (17/10). Kasat Narkoba Polres Metro Tangerang Kota, AKBP Pratomo Widodo menjelaskan titik lokasi persis tewasnya Cai yang diduga mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri itu.

“Tempat dia bunuh dirinya itu dekat tungku. Dekat tungku itu kan ada tempat pembuangan bekas-bekas ban dibakar di situ. Dia ngikat badannya digantung di situ,” kata Pratomo saat dihubungi, Sabtu (17/10) lalu.

Pratomo menerangkan, saat polisi ke TKP, tubuh Cai dalam kondisi kotor dan lusuh. Adapun, pada jasadnya ditemukan sebuah dompet beserta sejumlah uang. “Badannya sudah lusuh banget. Kotor. Dia sudah berhari-hari kan keluar masuk hutan,” jelasnya.  

Pratomo menyebut, Cai kerap menginap di pabrik pengolahan ban bekas itu, tepatnya di area belakang. Pabrik yang menurut penuturannya sudah berhenti dalam beberapa hari yang lalu itu didatangi oleh Cai pada malam hari. “Cai Changpan ini kalau malam suka ada di situ. Tapi dia tamu tak diundang. Dia di belakang itu. Itu kan arealnya luas,” terangnya.

Cai Changpan (53 tahun) diketahui melarikan diri dari Lapas Klas 1 Tangerang pada 14 September 2020. Dia disebut kabur dari lapas dengan cara menggali lubang sepanjang 30 meter. Seusai kabur, Cai dikabarkan pergi ke kediaman istrinya di kawasan Tenjo, Kabupaten Bogor.

Lantas, kabur ke dalam kawasan Hutan Tenjo yang luasnya meliputi 7 kelurahan dan 34 desa itu. Polisi telah menfokuskan pencariannya di Hutan Tenjo dalam beberapa waktu terakhir ini, serta memperluas pemantauan ke wilayah Jasinga dan Parung Panjang. Hingga akhirnya pada Sabtu (17/10), perburuan terhadapnya berakhir dengan kabar kematian.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA