Thursday, 5 Rabiul Awwal 1442 / 22 October 2020

Thursday, 5 Rabiul Awwal 1442 / 22 October 2020

Pola Makan Buruk Picu Kematian Akibat Penyakit Jantung

Ahad 18 Oct 2020 05:33 WIB

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Gita Amanda

 Ilustrasi Jantung Sehat

Ilustrasi Jantung Sehat

Foto: Republika/Mardiah
Dua pertiga kematian di dunia akibat jantung bisa dicegah dengan pola makan sehat

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING -- Sebuah studi menemukan pola makan yang buruk adalah penyebab utama kematian akibat penyakit jantung di dunia. Karenanya menurut para ahli, lebih dari dua pertiga kematian akibat penyakit jantung di dunia dapat dicegah dengan menerapkan pola makan yang lebih sehat.

Studi yang dipublikasikan di European Heart Journal ini menyoroti pentingnya diet sehat yang terjangkau dan berkelanjutan untuk semua orang.

"Analisa kami menunjukkan bahwa pola makan yang tidak sehat, tekanan darah tinggi, dan kolesterol tinggi adalah tiga penyebab utama kematian akibat serangan jantung dan penyakit jantung iskemik," kata penulis studi Xinyao Liu dari Central South University di China.

"Masalah ini konsisten terjadi baik di negara maju maupun berkembang," tambah Liu seperti dikutip dari laman Times Now News, Ahad (18/10).

Dalam hal ini, para ahli menganalisis data dari Global Burden of Disease Study 2017 yang dilakukan di 195 negara antara tahun 1990 dan 2017. Pada 2017, terdapat 126,5 juta penderita penyakit jantung iskemik dan 10,6 juta penderita penyakit jantung iskemik baru terdiagnosis.

Penyakit jantung iskemik menyebabkan 8,9 juta kematian pada tahun 2017, yang setara dengan 16 persen dari jumlah total kematian.

Para peneliti menghitung dampak dari 11 faktor risiko pada kematian akibat penyakit jantung iskemik. Antara lain pola makan, tekanan darah tinggi, kolesterol LDL, glukosa plasma tinggi, penggunaan tembakau, indeks massa tubuh (BMI) tinggi, polusi udara, aktivitas fisik rendah, gangguan fungsi ginjal, paparan timbal, dan penggunaan alkohol.

Secara khusus, mereka memperkirakan proporsi kematian yang dapat dihentikan dengan menghilangkan faktor risiko tersebut. Dengan asumsi semua faktor risiko lain tetap tidak berubah, 69,2 persen kematian akibat penyakit jantung iskemik di seluruh dunia dapat dicegah jika pola makan yang lebih sehat diterapkan.

Sementara itu, 54,4 persen dari kematian tersebut dapat dihindari jika tekanan darah sistolik dijaga pada 110-115 mmHg. Penggunaan tembakau menduduki peringkat keempat sebagai penyumbang kematian akibat penyakit jantung iskemik tertinggi pada pria, dan ketujuh pada wanita.

Temuan juga menunjukkan bahwa indeks massa tubuh (BMI) yang tinggi menempati urutan kelima penyumbang kematian akibat penyakit jantung iskemik tertinggi pada wanita dan urutan keenam pada pria.

“Setiap hari kita harus menargetkan 200 hingga 300 gram buah, 290 hingga 430 gram sayuran, 16 hingga 25 gram kacang-kacangan, dan 100 hingga 150 gram biji-bijian," tulis para peneliti.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA TERKAIT

 

BERITA LAINNYA