Monday, 9 Rabiul Awwal 1442 / 26 October 2020

Monday, 9 Rabiul Awwal 1442 / 26 October 2020

Mahfud akan Umumkan Hasil Investigasi Intan Jaya

Ahad 18 Oct 2020 03:15 WIB

Red: Agus Yulianto

Deputi Pemberantasan BNN Benny Mamoto (kanan).

Deputi Pemberantasan BNN Benny Mamoto (kanan).

Foto: Republika/Tahta Aidilla
Penyidikan kasus Intan Jaya yang dilakukannya banyak menggunakan pendekatan kultural.

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA - Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD akan mengumumkan hasil investigasi terkait kasus penembakan yang terjadi di Kabupaten Intan Jaya, Papua beberapa waktu lalu. 

Ketua Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) penembakan Intan Jaya, Benny Mamoto saat jumpa pers secara daring mengatakan, pihaknya akan menyerahkan hasil investigasi soal penembakan di Distrik Hitadipa, Kabupaten Intan Jaya kepada Menko Polhukam Mahfud MD pada Senin (19/10). "Perlu kami sampaikan bahwa nanti menyangkut capaian tim akan disampaikan langsung oleh Bapak Menko pada hari Senin," kata Benny, Sabtu (17/10).

Dia pun tak mengungkapkan, alasan laporan hasil investigasi tersebut akan diumumkan langsung oleh Mahfud. Menurut Benny, penyidikan yang dilakukannya lebih banyak menggunakan pendekatan kultural. Sehingga, memerlukan kerelaan pihak yang diundang untuk bersaksi terkait insiden itu.

"Perlu kami sampaikan bahwa ketika kami turun yang kami kedepankan adalah pendekatan kultural. Kami bukan penyidik. Kami semata-mata hanya mengumpulkan fakta lapangan, sehingga teknis menggali informasi kami yang harus datang atau kerelaan sendiri ketika kami undang," katanya.

Ketua Harian Kompolnas ini pun mengucapkan terima kasih atas segala bentuk kerja sama yang dilakukan oleh para anggota tim yang bertugas. Menurut dia, anggota TGPF Intan Jaya memiliki komitmen yang tinggi untuk membuat kasus ini menjadi terang.

"Pak Menko telah menyusun tim yang terdiri dari Akademisi, Kejaksaan, Polhukam sendiri, serta tokoh agama. Dan ternayata komitmen tim yang begitu tinggi solid dan penuh semangat itulah yang membuat 14 hari bisa dengan padat kita bisa melakukan berbagai kegiatan dan mencapai target," kata Benny.

Kegiatan yang dilakukan oleh TGPF di Bumi Cenderawasih itu, antara lain mengumpulkan data, melakukan kroscek informasi, serta berkomunikasi dengan tokoh agama dan masyarakat. "Saya melihat, keterwakilan dari pihak yang mengadukan ikut dalam tim kami itulah salah satu bentuk transparansi," ujar dia. 

"Saya yang dituakan di tim memberi kesempatan seluas-luasnya perwakilan untuk bertanya mengklarifikasi. Bisa dipastikan laporan dari tim ini yang akan dipercaya, karena diberi kesempatan seluas-luasnya untuk menggali," tuturnya lagi.

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA