Thursday, 5 Rabiul Awwal 1442 / 22 October 2020

Thursday, 5 Rabiul Awwal 1442 / 22 October 2020

Pertamina dan Rumah Zakat Bangun Tempat Penampung Air Hujan

Sabtu 17 Oct 2020 23:27 WIB

Red: Hiru Muhammad

Sulitnya air menjadi hal biasa di wilayah pesisir terutama daerah Pelabuhan. Padahal ada banyak cara untuk mengatasinya, salah satunya ada dengan memanfaatkan air Hujan.  Salah satu solusi yang bisa diterapkan adalah dengan Rain Water Harvesting. Air hujan yang ditampung akan diolah dengan alat sederhana dan kemudian dimanfaatkan untuk dapat diminum dan menjadi pupuk, sangat banyak manfaat air hujan.

Sulitnya air menjadi hal biasa di wilayah pesisir terutama daerah Pelabuhan. Padahal ada banyak cara untuk mengatasinya, salah satunya ada dengan memanfaatkan air Hujan. Salah satu solusi yang bisa diterapkan adalah dengan Rain Water Harvesting. Air hujan yang ditampung akan diolah dengan alat sederhana dan kemudian dimanfaatkan untuk dapat diminum dan menjadi pupuk, sangat banyak manfaat air hujan.

Foto: istimewa
Dengan bantuan alat sederhana, air hujan dapat diolah untuk diminum dan pupuk tanaman

REPUBLIKA.CO.ID, BANDAR LAMPUNG--Sulitnya air menjadi hal biasa di wilayah pesisir terutama daerah Pelabuhan. Padahal ada banyak cara untuk mengatasinya, salah satunya ada dengan memanfaatkan air Hujan.

Salah satu solusi yang bisa diterapkan adalah dengan Rain Water Harvesting. Air hujan yang ditampung akan diolah dengan alat sederhana dan kemudian dimanfaatkan untuk dapat diminum dan menjadi pupuk, sangat banyak manfaat air hujan.

Karena itulah, selama 4 hari tim Relawan Rumah Zakat menyiapkan instalasi alat pemanen air hujan di musholah Nurul Jannah Kampung Baru Tiga, Kelurahan Panjang Utara, Kecamatan Panjang, Bandar Lampung. "Saya mengucapkan terima kasih kepada pertamina dan rumah zakat atas bantuan yang sangat bermanfaat kepada jamaah Mushola Nurul Jannah,” kata Tedi, Rabu (14/10).

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA