Friday, 6 Rabiul Awwal 1442 / 23 October 2020

Friday, 6 Rabiul Awwal 1442 / 23 October 2020

Dirjen KSDAE: Itera Berperan Konservasi Sumatra

Ahad 18 Oct 2020 01:43 WIB

Rep: Mursalin Yasland/ Red: Agus Yulianto

Wakil Presiden Jusuf Kalla (tengah) disambut oleh Ketua MPR Zulkifli Hasan (kanan) dan Rektor Intitut Teknologi Sumatera (ITERA) Prof Ofyar Z Tamin (kiri) saat tiba di Kampus ITERA, Lampung Selatan, Lampung.

Wakil Presiden Jusuf Kalla (tengah) disambut oleh Ketua MPR Zulkifli Hasan (kanan) dan Rektor Intitut Teknologi Sumatera (ITERA) Prof Ofyar Z Tamin (kiri) saat tiba di Kampus ITERA, Lampung Selatan, Lampung.

Foto: Antara/Ardiansyah
Kawasan koservasi di Indonesia saat ini mencapai 27 juta ha.   

REPUBLIKA.CO.ID, BANDAR LAMPUNG -- Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Wiratno memproyeksikan peran besar Institut Teknologi Sumatera (Itera) dalam konservasi alam di Pulau Sumatra.

Pernyataan tersebut didukung dengan berbagai keilmuan dan teknologi yang terus dikembangkan Itera, sesuai dengan kebutuhan Pulau Sumatra, serta visinya sebagai kampus berwawasan hutan (forest campus).

“Kita adalah negara yang sangat kaya sumber daya alam, akan tetapi kita tidak boleh terlena dengan kekayaan tersebut. Saya proyeksikan peran Itera sangat besar sekali dalam mendukung konservasi sumber daya alam dan ekosistem di Sumatra,” ujar Wiratno saat memberikan kuliah umum virtual bertajuk Kebijakan Pemerintah dalam Pengelolaan Kawasan Konservasi di Indonesia yang diadakan Program Studi Rekayasa Kehutanan Itera, Sabtu (17/10).

Pemateri yang juga Alumni Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada mengapresiasi program studi di Itera mendukung program konservasi Ditjen KSDAE, seperti Prodi Rekayasa Kehutanan, Teknik Geologi, Sains Lingkungan Kelautan, Farmasi, dan lainnya. Serta program konservasi tumbuhan Sumatra dengan membangun Kebun Raya seluas 75 hektare.

Untuk menguatkan peran Itera dalam konservasi alam di Sumatra dan nasional, Wiratno akan menandatangani nota kesepahaman antara Itera dan Ditjen KSDAE Kementerian LHK. “Kami sedang diskusikan dengan Menteri LHK dan semoga dalam waktu dekat saya dapat datang ke kampus Itera untuk melakukan penandatanganan MoU,” ujarnya.

Dirjen KSDAE menyebutkan, kawasan koservasi di Indonesia saat ini mencapai 27 juta ha. Kawasan tersebar di seluruh daerah. Pulau Sumatra salah satu kawasan konservasi terbesar, mulai dari Leuser, Kerinci, Gunung Anak Krakatau, hingga Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) yang telah ditetapkan sebagai world hertiage.

Untuk itu, menurut Wiratno diperlukan pemimpin-pemimpin baru yang kelak akan melanjutkan konservasi di Indonesia. “Konservasi adalah bagaimana membangun kesadaran kolektif, peran serta kampus, akademisi, hingga mahasiswanya sangat dibutuhkan. Kami sangat terbuka untuk berkolaborasi,” kata Wiratno dalam rilis yang diterima Republika.co.id, Sabtu (17/10).

Rektor Itera Prof Ofyar Z. Tamin mengatakan,  Itera sebagai kampus baru didirikan untuk menyiapkan SDM di bidang sains dan teknologi sesuai kebutuhan Sumatra. Dengan kekayaan SDA yang dimiliki Sumatra, sesuai tujuan Itera for Sumatra, maka Itera terus mengembangkan program studi yang dibutuhkan Sumatra.

“Dalam kaitannya dengan pengelolaan sumber daya alam dan sumber daya hayati, kami sangat mengharapkan kerja sama dan kolaborasi dengan Ditjen KSDAE, karena di era kolaborasi saat ini, kami tidak bisa bergerak sendiri, tetapi perlu bergerak bersama,” ujar Rektor. 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA