Saturday, 7 Rabiul Awwal 1442 / 24 October 2020

Saturday, 7 Rabiul Awwal 1442 / 24 October 2020

Adakah Utang yang Sehat?

Sabtu 17 Oct 2020 15:48 WIB

Rep: cermati.com/ Red: cermati.com

Utang yang sehat dan layak

Utang yang sehat dan layak

Utang menjadi opsi ketika ada masalah keuangan

Utang menjadi komponen yang kerap ditemukan di dalam keuangan. Pada dasarnya, setiap orang akan memiliki alasan mengajukan utang ini di dalam keuangan mereka. Selain untuk memenuhi kebutuhan keuangan, utang juga kerap timbul untuk berbagai keperluan yang pada dasarnya tidak begitu penting (wajib). 

Pengadaan utang yang terakhir ini tentu patut disayangkan, mengingat utang akan menjadi kewajiban di dalam keuangan. Jika diadakan untuk berbagai hal yang tidak penting, tentu ini akan menjadi pemborosan, bukan?

Namun tidak semua utang bersifat konsumtif, beberapa juga bisa dikategorikan sebagai utang produktif. Utang produktif ini pada umumnya timbul untuk kebutuhan yang dapat menghasilkan di dalam keuangan, seperti aktivitas investasi dan yang lainnya. 

Utang seperti ini dikategorikan sebagai utang sehat dan bisa memberikan manfaat di dalam keuangan. Selain itu, utang konsumtif dalam bentuk aset dengan nilai manfaat yang lebih panjang dari masa pelunasan hutang, dapat juga dikategorikan sebagai utang sehat. Pastikan Anda memahami perbedaan kedua utang ini dengan baik, sebelum akhirnya mengadakannya di dalam keuangan.

Berikut ini adalah beberapa syarat utang yang sehat dan layak diadakan di dalam keuangan:

 

1. Utang yang diadakan untuk pembelian aset

membeli aset

Membeli aset secara langsung (tunai) kerap menjadi hal yang sulit dilakukan, terutama untuk aset yang harganya cukup tinggi. 

Rumah menjadi salah satu aset penting yang diprioritaskan, entah sebagai hunian pribadi atau sekedar menjadi investasi yang bisa menghasilkan di dalam keuangan. Namun membeli aset yang satu ini tentu bukan perkara mudah, mengingat harganya sangat mahal dan akan semakin meningkat dari tahun ke tahunnya.

Pengadaan utang untuk kebutuhan yang satu ini termasuk sehat, sebab Anda akan selalu membutuhkan rumah sebagai hunian. Anda bisa mengajukan pembelian dengan fasilitas kredit dari bank, di mana Anda hanya perlu menyediakan sejumlah uang muka saja. Selanjutnya, Anda akan memiliki sejumlah utang dalam bentuk cicilan yang bisa dibayar selama beberapa tahun ke depan. Hal ini juga berlaku untuk berbagai aset berharga lainnya, terutama yang bisa menghasilkan.

Baca Juga: Hemat Rp1 Juta Per Bulan, Mau? Kurangi atau Hilangkan 4 Pengeluaran Gaya Hidup Ini!

2. Utang yang diadakan untuk menambah modal bisnis

membuka bisnis

Bisnis menjadi salah satu sumber penghasilan di dalam keuangan. Jika Anda termasuk orang yang menjalankan bisnis seperti ini, maka Anda tentu memahami dengan baik bagaimana pentingnya modal di dalam aktivitas tersebut. Modal yang memadai pada umumnya akan membuat pebisnis lebih mudah untuk melakukan pengembangan bisnis, bahkan dalam skala yang besar sekaligus.

Pada dasarnya, tidak semua pebisnis memiliki modal yang memadai untuk menjalankan usahanya. Mengajukan sejumlah utang kepada pihak ketiga kerap menjadi pilihan. Utang ini diharapkan bisa membuat bisnis lebih berkembang, sehingga pendapatan juga bisa meningkat dengan baik. 

Jika pinjaman modal seperti ini menjadi solusi, maka pastikan Anda sudah melakukan perencanaan dan juga perhitungan yang matang terlebih dahulu. Hal ini penting, untuk memastikan bahwa bisnis Anda mampu menanggung utang tersebut dan melunasinya tepat waktu. 

3. Pengadaan aset konsumsi dengan masa pakai lebih dari 5 tahun

membeli barang

Meski bersifat konsumsi, utang yang diadakan di dalam keuangan bisa saja masuk kategori sehat. Pembelian berbagai aset konsumsi dengan masa pakai lebih dari 5 tahun ini tetap harus Anda lakukan dengan pertimbangan yang matang. 

Pada umumnya hal ini dilakukan untuk berbagai pembelian produk yang dibutuhkan sehari-hari, seperti: mengganti mesin cuci yang rusak, membeli perangkat elektronik yang dibutuhkan di rumah, dan yang lainnya. Anda bisa memanfaatkan berbagai fasilitas yang memudahkan Anda membeli aset ini, mulai dari cicilan 0% pada kartu kredit dan yang lainnya.

Baca Juga: Begini Cara Menyelamatkan Keuanganmu Saat Ada Badai Resesi

4. Total cicilan utang lebih kecil dari 30% penghasilan

utang

Beban utang harus selalu disesuaikan dengan kemampuan keuangan, agar kelak pengadaan utang ini tidak sampai menjadi masalah di dalam keuangan. Berapapun jumlah penghasilan, idealnya besaran cicilan utang tidak lebih dari 30% penghasilan bulanan Anda. Jumlah ini akan memastikan Anda memiliki kemampuan yang baik untuk mencicil dan melunasi utang tersebut.

5. Utang tidak diperuntukkan untuk gaya hidup dan biaya hidup

utang buat gaya hidup

Gaya hidup yang tidak sesuai dengan kemampuan merupakan salah satu kesalahan fatal di dalam keuangan. Hal ini bukan hanya membuat Anda membelanjakan penghasilan, namun juga bisa membuat Anda memiliki banyak utang. 

Pengadaan utang yang ditujukan untuk sekedar memenuhi gaya hidup termasuk kategori tidak sehat. Hal yang sama juga berlaku untuk pengadaan utang untuk biaya hidup. 

Berutanglah dengan Bijak dan Penuh Pertimbangan

Memiliki sejumlah utang merupakan hal yang biasa di dalam keuangan. Namun meski begitu, sangat penting untuk selalu mengajukan utang dengan alasan yang tepat. Biasakan untuk memiliki pertimbangan dan perhitungan yang matang saat mengajukan utang. Berutanglah dengan bijak, agar Anda bisa mendapatkan manfaat pengadaannya dan melunasinya dengan mudah.

Baca Juga: 9 Cara Cerdas Jadi Orang Kaya dengan Gaji Standar

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan Cermati.com. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab Cermati.com.
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA