Saturday, 7 Rabiul Awwal 1442 / 24 October 2020

Saturday, 7 Rabiul Awwal 1442 / 24 October 2020

El Clasico dan Usaha Madrid Jauhkan Messi dari Camp Nou

Sabtu 17 Oct 2020 15:16 WIB

Rep: Rahmat Fajar/ Red: Endro Yuwanto

Bintang Barcelona Lionel Messi.

Bintang Barcelona Lionel Messi.

Foto: REUTERS/Albert Gea
Setiap klub menginginkan jasa Messi jika memang memiliki kemampuan finansial memadai.

REPUBLIKA.CO.ID, MADRID -- Pemberitaan Presiden Real Madrid, Florentino Perez, yang pernah menginginkan Lionel Messi menjauh dari Barcelona pada 2013, mungkin akan menjadi isu hangat jelang laga el Clasico jilid pertama musim ini di Camp Nou, Sabtu (24/10). Perez punya mimpi membawa Messi ke Santiago Bernabeu pada tahun itu.

Sejak kepergian Ronaldinho pada 2008, Messi menjadi simbol La Blaugrana hingga kini. Roh permainan Barcelona seolah tak hidup tanpa keberadaannya di lapangan. Apa yang terjadi jika saat itu Messi benar-benar hengkang ke tim rival abadi? Mungkin akan menjadi kasus kedua setelah hengkangnya Luis Figo ke Madrid yang berimbas para fan Barca akan sangat membencinya.

Jurnalis Italia, Gianluca Di Marzio, sebagaimana dilansir dari Marca, Jumat (16/10), mengungkapkan tawaran dari Perez kepada Messi datang sebelum dominasi Madrid di Eropa. Sebaliknya, Barcelona tengah menghadapi situasi sulit.

Dalam sebuah buku yang ditulis Di Marzio disebutkan bahwa Perez menawarkan 250 juta euro kepada Messi. Uang tersebut sebenarnya untuk pembangunan kembali Santiago Bernabeu. Tapi Perez harus menerima tanggapan mengecewakan dari sang bintang.

"Saya tidak akan ke Real Madrid, Anda membuang-buang waktu,” begitu kata Messi menurut Di Marzio.

Memang, setiap klub menginginkan jasa Messi jika memang memiliki kemampuan finansial memadai. Sihirnya di lapangan bisa mengubah keadaan dari situasi sulit menjadi mudah. Bahkan Inter Milan, Manchester City, Paris Saint-Germain (PSG), Chelsea, dan Juventus baru-baru ini juga tertarik meminang La Pulga, julukan Messi.

Dalam sepak bola apapun bisa terjadi. Messi yang dianggap sebagai dewa Barcelona bisa saja pindah haluan ke klub rival. Apalagi kontraknya di Katalan akan habis musim depan sehingga banyak klub mengantre mendapatkan tanda tangannya.

Entahlah apakah tulisan Di Marzio itu akan mempengaruhi aksi Messi di el Clasico nanti, tak ada yang bisa menebak. Kecuali, penggawa internasional Argentina itu sendiri.

Madrid maupun Barcelona sama-sama menghadapi jadwal padat pada tiga pekan ini. Keduanya akan tampil di La Liga Spanyol dan Liga Champions. Hasil dari tiga pekan ini akan bisa jadi ukuran awal siapa yang lebih kuat.

Hampir tak ada waktu istirahat cukup bagi Barcelona dan Madrid dalam tiga pekan ke depan. Namun kedua raksasa Spanyol itu tetap harus bersiap. El Clasico merupakan pertandingan yang paling mendapatkan perhatian pecinta sepak bola dunia. Pasalnya, laga ini juga menyimpan bumbu-bumbu politik dan rivalitas yang panas sejak beberapa dekade silam.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA