Friday, 13 Rabiul Awwal 1442 / 30 October 2020

Friday, 13 Rabiul Awwal 1442 / 30 October 2020

Kasus Covid-19 Afrika Selatan Capai 700 Ribu

Sabtu 17 Oct 2020 10:49 WIB

Red: Indira Rezkisari

Seorang pria mengenakan masker dengan warna bendera Afrika Selatan. Hingga Jumat (16/10), kasus positif Covid-19 di Afrika Selatan capai 700.203 kasus.

Seorang pria mengenakan masker dengan warna bendera Afrika Selatan. Hingga Jumat (16/10), kasus positif Covid-19 di Afrika Selatan capai 700.203 kasus.

Foto: EPA
Publik diminta waspadai gelombang kedua Covid-19 di Afrika Selatan.

REPUBLIKA.CO.ID, JOHANNESBURG -- Kasus virus corona Afrika Selatan yang dilaporkan sejak infeksi pertama pada awal Maret melampaui 700 ribu kasus pada hari Jumat (16/10) sesuai data Kementerian Kesehatan. Afrika Selatan menghadapi kekhawatiran gelombang kedua yang akan datang ketika negara itu berjuang melawan resesi ekonomi.

Sekitar 2.019 kasus baru diidentifikasi pada hari Jumat, sehingga total menjadi 700.203 kata kementerian. Ada 18.370 kematian di Afrika Selatan, sementara 629.260 orang telah pulih dari Covid-19 dan 4.505.553 telah dites.

Kementerian kesehatan baru-baru ini memperingatkan gelombang kedua pandemi di negara berpenduduk 58 juta itu jika warga dan pihak berwenang berpuas diri dan berhenti mengambil tindakan pencegahan.

Setelah lonjakan tajam kasus di bulan Juli, ketika negara itu melaporkan peningkatan 100.000 infeksi setiap 7-10 hari, penyebaran virus telah melambat secara signifikan. Angka 700.000 berlalu hampir dua bulan setelah Afrika Selatan melewati 600.000 infeksi virus corona.

Langkah-langkah penguncian ketat yang diberlakukan dari akhir Maret untuk mengekang penyebaran penyakit telah berdampak besar pada ekonomi. Terutama pada sektor industri di Afrika, yang sudah dalam resesi dengan hampir sepertiga dari angkatan kerjanya menganggur.

Perekonomian telah menyusut ke ukuran yang sama seperti tahun 2007 dan pengangguran melonjak hingga mencapai angka jutaan. "Kerusakan yang disebabkan oleh pandemi terhadap ekonomi, lapangan kerja, mata pencaharian, keuangan publik serta perusahaan milik negara sangat besar," kata Presiden Cyril Ramaphosa pada hari Kamis, mengungkapkan paket ekonomi untuk mencegah krisis utang karena pandemi Covid-19.

Bank Dunia pekan lalu mengatakan bahwa ekonomi sub-Sahara Afrika akan menyusut 3,3 persen pada 2020, mendorong 40 juta orang ke dalam kemiskinan ekstrem, dilansir dari Reuters.




sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA