Saturday, 14 Rabiul Awwal 1442 / 31 October 2020

Saturday, 14 Rabiul Awwal 1442 / 31 October 2020

Ukulele Antarkan Jimi Hendrix Jadi Maestro Gitar Dunia

Sabtu 17 Oct 2020 07:07 WIB

Rep: Farah Noersativa/ Red: Nora Azizah

Jimi Hendrix menjadi pemain gitar listrik paling berpengaruh di sejarah musik rock (Foto: Jimi Hendrix)

Jimi Hendrix menjadi pemain gitar listrik paling berpengaruh di sejarah musik rock (Foto: Jimi Hendrix)

Foto: Pikist
Jimi Hendrix menjadi pemain gitar listrik paling berpengaruh di sejarah musik rock.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tak ada yang meragukan kemampuan seorang gitaris legendaris, Jimi Hendrix. Namun, siapa yang menyangka, kesempurnaan kemampuannya dalam memetik gitar tidak didapatkan dengan mudah.

Dalam buku yang ditulis oleh saudara kandung Hendrix, Leon, berjudul Jimi Hendrix: A Brother's Story, Leon menceritakan awal mula bagaimana Hendrix belajar bermain gitar. Dilansir di laman Far Out Magazine, Sabtu (17/10), keadaan yang sulit menjadikan faktor yang membuatnya memahami pentingnya beradaptasi.

Rasa ingin tahunya akan gitar dan ingin mempelajarinya dilakukan saat dia menemukan ukulele dengan hanya satu senar. Okulele itu ditemukannya saat dia membantu sang ayah melakukan pekerjaan sambilan membersihkan garasi seorang wanita tua.

Hendrix kemudian menghabiskan waktu berhari-hari untuk memahami instrumen barunya. Hendrix akhirnya menemukan bahwa dengan memutar pasak di atas instrumen  akan membuat nada lebih keras dan lebih tinggi.

"Jika Buster (panggilan kesayangan Leon terhadap Hendrix) mengencangkannya sedikit lagi, itu akan menjadi lebih tinggi dan getarannya berkurang. Dia mulai memutar pasak saat dia memetik untuk membuat nada naik dan turun. Meskipun dia memainkan not tunggal, dia masih mengikuti beberapa lagu Elvis Presley di radio. Buster melakukan semuanya dengan mengandalkan kepekaan telinga,” kata dia.

Dalam buku tersebut Leon juga menyebutkan gitar pertama yang digunakan Hendrix adalah danelectro. Gitar itu dia dapatkan setelah berhasil bermain dengan okulelenya. Danelectro, kata Hendrix, dibelikan oleh sang ayah untuknya.

Pada usia 17 tahun, dia mulai bermain secara live bersama dengan grup musik pertamanya. Hendrix mengatakan, dia mengalami kesengsaraan saat bermain di atas panggung meskipun telah menguasai gitar.

“Awalnya sangat sulit bagi saya. Ketika kami bermain di atas panggung, saya semua gemetar, jadi saya harus bermain di balik tirai. Saya tidak bisa berdiri di depan,” ungkap Hendrix yang tertuang di dalam buku.

Meskipun demikian, Hendrix memilih untuk tidak menyerah saat itu. Dia terus belajar dan mempelajari gitar meskipun dia sangat frustrasi. Ia bahkan sempat membenci gitar.

Hendrix bisa saja dengan mudah menyerah setelah kesulitan yang dia hadapi di awal karirnya. Namun, itu tidak menghentikannya untuk menjadi yang terhebat sepanjang masa.

Setelah banyak pengalaman menegangkan bermain di atas panggung, Hendrix bisa saja memutuskan untuk mencegah dirinya kembali naik panggung. Namun, dia mengasah kemampuannya hingga berani tampil di panggung. Bahkan, namanya harum menjadi salah satu gitaris legendaris di dunia.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA