Saturday, 26 Zulqaidah 1443 / 25 June 2022

M-15 Intelijen Inggris: Islam Radikal Ancaman Negara 

Jumat 16 Oct 2020 19:07 WIB

Rep: Dea Alvi Soraya/ Red: Nashih Nashrullah

M-15 Inggris menyatakan keberadaan Islam radikal ancaman bagi negara itu. Ilustrasi bendera Inggris.

M-15 Inggris menyatakan keberadaan Islam radikal ancaman bagi negara itu. Ilustrasi bendera Inggris.

Foto: Andi Rain/EPA-EFE
M-15 Inggris menyatakan keberadaan Islam radikal ancaman bagi negara itu.

REPUBLIKA.CO.ID, INGGRIS— Ken McCallum, Direktur Jenderal Jaringan Keamanan Nasional M-15 Inggris membuat pernyataan pertamanya setelah mengambil alih jabatan pada 31 Maret tahun ini. 

Dalam pernyataannya, McCallum menyebut radikalis Muslim sebagai ancaman terbesar yang dihadapi bangsa saat ini. “Terorisme ekstremis Islam… berdasarkan volume tetap menjadi ancaman terbesar kami,” kata direktur baru itu, yang dikutip di Israel National News, Jumat (16/10). 

Baca Juga

“Masih ada puluhan ribu orang berkomitmen pada ideologi ini (radikal), dan kami harus terus memindai jumlah yang lebih kecil dalam kelompok besar yang pada saat tertentu mungkin bergerak ke arah serangan," tambahnya.  

Dia juga menyebut China dan Rusia sebagai ekstrimis sayap kanan dan Irlandia Utara yang berada diantara "campuran jahat" ancaman yang dihadapi Inggris. McCallum menjelaskan bahwa Islam radikal adalah penyebab kekhawatiran terbesar Inggris, bahkan dunia.  

"Memiliki seseorang 'di radar kami' tidak sama dengan menempatkan mereka di bawah pengawasan real-time yang terperinci. Penilaian yang sulit tentang prioritas dan risiko harus dibuat," katanya. 

Merujuk pada ancaman teror sayap kanan, McCallum menegaskan bahwa, ancaman sayap kanan, tidak dalam skala yang sama dengan terorisme ekstremis Islam. 

Sementara itu, menurut laporan Breitbart, ketua M-15 baru, telah gagal menyebutkan organisasi radikal kiri seperti Antifa dan BLM di antara ancaman keamanan negara.

Sumber: http://www.israelnationalnews.com/News/News.aspx/289183

 

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA