Friday, 6 Rabiul Awwal 1442 / 23 October 2020

Friday, 6 Rabiul Awwal 1442 / 23 October 2020

Ini Cara Wasit Berkomunikasi di Liga Champions

Jumat 16 Oct 2020 19:01 WIB

Rep: Afrizal Rosikhul Ilmi/ Red: Israr Itah

Wasit Aleksei Kulbakov, mengganjar  kiper Manchester City Claudio Bravo kartu merah pada laga  Liga Champions saat melawan Atalanta. (ilustrasi)

Wasit Aleksei Kulbakov, mengganjar kiper Manchester City Claudio Bravo kartu merah pada laga Liga Champions saat melawan Atalanta. (ilustrasi)

Foto: AP Photo/Luca Bruno
Semua wasit minimal harus menguasai Bahasa Inggris.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Liga Champions dan Liga Europa menampilkan keragaman sepak bola, dengan pemain, pelatih, staf tim, dan penggemar dari seluruh dunia berbicara bahasa yang berbeda. Final Liga Champions 2020, misalnya, menampilkan pemain dari 11 negara dari Eropa, Afrika, plus Amerika Utara, Amerika Selatan, dan Amerika Tengah.

Keragaman semacam itu lantas akan menciptakan standar sepak bola tertinggi yang bisa dibilang dimainkan di mana pun di planet ini.

Ini juga menghadirkan tantangan, terutama bagi wasit yang bertugas menjaga permainan sesuai aturan. Sementara kapten klub harus menjadi tokoh utama untuk berbicara dengan wasit di lapangan, yang kenyataannya seringkali berasal dari latar belakang berbeda. Wasit bisa mendapati dirinya harus menjelaskan keputusan kepada pemain dari enam benua yang berbeda sekaligus.

Baca Juga

Kondisi ini membuat banyak pihak ingin tahu cara mereka berkomunikasi. Sebab, tak banyak rasanya wasit yang bisa berbicara dalam sejumlah bahasa utama dunia.

Untuk memimpin pertandingan Liga Champions atau Liga Europa, wasit UEFA biasanya harus bisa berbahasa Inggris. Wasit umumnya akan berbicara dengan pemain dalam bahasa Inggris karena itu bahasa yang paling umum digunakan di Eropa.

Menurut Ethnologue, seperti dikutip dari Goal, Jumat (16/10), Bahasa Inggris tetap menjadi yang paling banyak digunakan di dunia, dengan lebih dari 1,25 miliar orang mampu berbicara sebagai bahasa pertama atau kedua. Babbel, aplikasi untuk mempelajari bahasa asal Jerman, memperkirakan sekitar setengah orang Eropa berusia antara 15 dan 35 tahun berbicara bahasa Inggris dengan baik.

Di tingkat internasional, FIFA memiliki empat bahasa resmi, yakni Inggris, Spanyol, Prancis, dan Jerman. Sekali lagi, wasit internasional harus bisa berbahasa Inggris dengan baik.

Bahasa sepak bola universal adalah benar adanya. Sebagian besar pemain, apa pun kebangsaannya, akan memilih kata-kata dalam bahasa Inggris seperti 'goal', 'foul', 'offside' dan seterusnya, bahkan jika mereka tidak berbicara bahasanya dengan baik.

Lebih penting lagi, wasit menggunakan sinyal dengan tangan, kartu dan bendera mereka yang universal dan yang harus dipahami oleh semua pemain. Misalnya, jika wasit memegang kedua tangannya ke depan untuk mendapatkan keuntungan, hakim garis memberi tanda offside, dan wasit kembali mengacungkan kartu kuning untuk pelanggaran sebelumnya. Setiap pemain dan penggemar harus memahami keputusan yang telah dibuat. Isyarat universal dari bahasa tubuh juga penting.

"Sebagian besar pemain berbicara sedikit Bahasa Inggris di tingkat internasional. Aspek wasit, dan aspek bermain, bersifat universal. Bahasa tubuh, kontak mata," kata mantan asisten wasit Piala Dunia Sean Hurd kepada Business Insider.

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA