Wednesday, 13 Zulqaidah 1442 / 23 June 2021

Wednesday, 13 Zulqaidah 1442 / 23 June 2021

Hujan Deras Tutup Demo Mahasiswa Tolak UU Ciptaker

Jumat 16 Oct 2020 17:26 WIB

Rep: Arif Satrio Nugroho/ Red: Bayu Hermawan

Massa aksi menolak RUU Cipta Kerja di kawasan Monas, Jakarta Pusat membubarkan diri setelah hujan deras turun. Jumat (16/10).

Massa aksi menolak RUU Cipta Kerja di kawasan Monas, Jakarta Pusat membubarkan diri setelah hujan deras turun. Jumat (16/10).

Foto: Republika/ Arif Satrio Nugroho
Aksi mahasiswa tolak UU Ciptaker di Patung Kuda berakhir saat hujan deras.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Aksi mahasiswa dari Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) menolak UU Cipta Kerja pada Jumat (16/10) akhirnya berakhir sekira pukul 16.30 WIB. Hujan deras yang turun di wilayah tersebut akhirnya memaksa mahasiswa untuk membubarkan diri.

Awalnya, pada saat hujan turun, ratusan mahasiswa yang hadir tetap melanjutkan aksi mereka. Orasi dan yel-yel penolakan UU Ciptaker tetap dinyanyikan. Bahkan, saat hujan turun, awalnya mahasiswa justru semakin semangat menyampaikan aspirasinya.

Baca Juga

Namun, hujan yang turun kian deras. Beberapa mahasiswa membiarkan diri basah kuyup diterpa hujan. Sementara sebagian lainnya mengenakan jas hujan plastik yang dibeli dari pedagang asongan, yang tiba tiba saja muncul menjelang hujan.

Setelah beberapa waktu aksi dilanjutkan, akhirnya para mahasiswa itu pun membubarkan diri dengan tertib. Setelah mahasiswa membubarkan diri, segelintir massa buruh masih melanjutkan aksi di sekitar Jalan Medan Merdeka Barat dekat Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Aksi demonstrasi ini juga tak hanya diikuti mahasiswa. Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI) juga mengerahkan massa menolak RUU Cipta Kerja (Ciptaker) di sekitar Patung Kuda, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (16/10).

Tak sekadar berorasi menolak RUU Cipta Kerja, massa tersebut bahkan mengerahkan 'Mak Lampir' dan 'Dukun-dukun' dari berbagai daerah di Indonesia. Tampak para demonstran mengenakan mengenakan pakaian bak dukun, dengan tulisan dukun dari berbagai daerah seperti 'Dukun Banyuwangi, Banten, Gunung Kidul. Aksi penolakan RUU Cipta Kerja ini sendiri telah berlangsung sejak Jumat siang.

 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA