Thursday, 5 Rabiul Awwal 1442 / 22 October 2020

Thursday, 5 Rabiul Awwal 1442 / 22 October 2020

Polling Reuters: Ekonomi China Makin Pulih di Q3

Jumat 16 Oct 2020 16:43 WIB

Rep: Adinda Pryanka/ Red: Fuji Pratiwi

Barisan kontainer tersusun di Pelabuhan Qingdao di Provinsi Shandong, China (ilustrasi). Ekonomi China diproyeksikan meningkat pada kuartal ketiga ini.

Barisan kontainer tersusun di Pelabuhan Qingdao di Provinsi Shandong, China (ilustrasi). Ekonomi China diproyeksikan meningkat pada kuartal ketiga ini.

Foto: Chinatopix via AP
Pembuat kebijakan menggantungkan harapan terhadap pemulihan ekonomi China.

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING -- Tren pemulihan ekonomi China diproyeksikan meningkat pada kuartal ketiga (Q3). Banyak konsumen telah kembali ke pusat perbelanjaan dan mitra dagang utama yang sudah mulai beraktivitas lagi menjadi faktor utamanya. Tren ini akan mengompensasi rekor kontraksi yang terjadi pada awal tahun.

Berdasarkan jajak pendapat Reuters, perekonomian terbesar kedua di dunia itu diperkirakan tumbuh 5,2 persen secara tahunan (year on year/yoy) pada Juli-September 2020. Pertumbuhan ini lebih cepat dibandingkan kuartal kedua yang tumbuh 3,2 persen (quarter to quarter/qtq).

Sementara itu, 51 analis yang disurvei Reuters memperkirakan, output industri tumbuh 5,8 persen (yoy) dan penjualan ritel diprediksi naik 1,8 persen (yoy) pada September ini.

Baca Juga

Analis dari Capital Economics menyebutkan, China telah menjadi ekonomi besar pertama yang kembali ke jalur pertumbuhan sebelum pandemi. "Berkat penekanan laju penyebaran virus yang cepat dan respon stimulus yang efektif," kata analis tersebut, seperti dilansir di Reuters, Jumat (16/10).

Tapi, para analis memperingatkan potensi perlambatan ekonomi pada tahun depan seiring dengan berakhirnya beberapa stimulus.

Secara global, pembuat kebijakan menggantungkan harapan mereka terhadap pemulihan yang kuat di China untuk memulai kembali pertumbuhan permintaan. Sebab, banyak ekonomi sedang berjuang akibat kebijakan pembatasan wilayah dan gelombang kedua infeksi virus corona.

Tingkat konsumsi China diketahui melambat. Pengeluaran masyarakat untuk belanja ritel menurun karena PHK besar dan kekhawatiran infeksi membuat konsumen tetap di rumah, bahkan ketika pembatasan sosial dicabut. Hal itu diperkirakan berubah pada kuartal ketiga.

Pada September, penjualan mobil mencapai keuntungan selama enam bulan berturut-turut dengan pertumbuhan 12,8 persen. Penerbangan penumpang domestik pada September sudah berada di atas level saat pandemi. Ini menunjukkan, sektor penerbangan sudah mulai mendekati pemulihan berskala penuh.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA