Saturday, 7 Rabiul Awwal 1442 / 24 October 2020

Saturday, 7 Rabiul Awwal 1442 / 24 October 2020

Saham Big Hit Turun di Hari Pertama Perdagangan

Jumat 16 Oct 2020 10:11 WIB

Rep: Retno Wulandhari/ Red: Nidia Zuraya

Big Hit Entertainment.

Big Hit Entertainment.

Foto: wikimedia.org
Big Hit merupakan perusahaan agensi yang menaungi gurp K-Pop BTS.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Saham Big Hit Entertainment turun pada hari pertama perdagangan mereka di lantai bursa, Kamis (15/10). Valuasi saham manajemen yang menanungi grup K-pop BTS itu pun tercatat sebesar 8,7 triliun won atau setara Rp111,6 triliun.

Big Hit, yang menggantungkan pendapatannya dari boy band, menggandakan harga penawaran umum perdana pada saat debutnya menjadi 270 ribu won per saham. Saham melonjak 30 persen di awal perdagangan sebelum turun kembali.

Secara fundamental, analis menilai, harga penutupan saham Big Hit sebesar 258 ribu won cukup masuk akal. Harga tersebut masih sekitar 90 persen di atas harga IPO. Menurut analis, ini bukanlah sebuah kegagalan.

“Harga penutupan tersebut sudah berada di sekitar target harga rata-rata analis untuk 2022, berdasarkan perkiraan kenaikan laba,” kata analis eBest Investment & Securities, Jina An dikutip Reuters, Jumat (15/10).

Di awal perdagangan, Big Hit menduduki puncak daftar omset harian dengan nilai saham yang berpindah tangan senilai 1,94 triliun won. Analis mengatakan Big Hit sangat paham potensi dari Youtube, media sosial, dan konser online untuk menghasilkan pendapatan selama pandemi Covid-19.

Meski demikian, kekhawatiran masih mengikuti para investor karena Big Hit sangat bergantung pada para artisnya. Hal ini membuat pendapatan Big Hit sangat rentan terhadap gangguan baik dari dalam maupun luar manajemen.

BTS, yang memiliki para penggemar yang sangat banyak secara global. Keberadaan para penggemar menyumbang 87,7 persen pendapatan label pada paruh pertama tahun 2020.

"Industri sedang berkembang pesat, tetapi juga sangat siklikal, dan mengalami banyak fluktuasi," kata Kim Hyun-yong, analis di Hyundai Motor Securities.

Di sisi lain, kebijakan wajib militer yang diterapkan pemerintah Korea Selatan disebut menjadi salah satu hambatan. Pasalnya, para anggota boyband sudah mulai harus melaksanakan wajib militer pada tahun depan. Ini artinya akan berpengaruh terhadap pendapatan Big Hit.


sumber : Reuters
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA