Saturday, 7 Rabiul Awwal 1442 / 24 October 2020

Saturday, 7 Rabiul Awwal 1442 / 24 October 2020

Kali Ini Upaya Rashford Ditentang Pemerintah Inggris

Jumat 16 Oct 2020 07:29 WIB

Rep: Frederikus Bata/ Red: Gilang Akbar Prambadi

Penyerang Manchester United Marcus Rahsford.

Penyerang Manchester United Marcus Rahsford.

Foto: EPA-EFE/Justin Setterfield
Rashford mengejar petisi agar parlemen membahasnya.

REPUBLIKA.CO.ID, MANCHESTER -- Beberapa hari lalu, penyerang Manchester United, Marcus Rashford mendapat penghargaan dari kerajaan Inggris. Rashford dinilai berjasa dari segi kemanusian.

Apa jasa pesepak bola 22 tahun itu? Ia berhasil mendorong pemerintah Inggris untuk tetap memberikan makanan gratis kepada anak-anak, selama periode lockdown, akibat pandemi Covid-19.

Saat menerima penghargaan dari Ratu Inggris tersebut, Rashford mengatakan dirinya baru memulai sebuah perjuangan. Ia menargetkan semua anak Inggris tidak boleh tidur dalam keadaan lapar.

Rashford melanjutkan apa yang sudah dimulainya. Kali ini ia membuat petisi mendorong pemerintah memberikan makanan gratis kepada anak-anak selama liburan pertengahan semester hingga natal (periode akhir tahun).

"Apa pun perasaan, pendapat, atau penilaian anda, kemiskinan pangan tidak pernah menjadi kesalahan anak-anak," demikian kutipan kalimat dalam petisi Rashford, dikutip dari Daily Star, Jumat (16/10).

Ia melanjutkan, anak-anak tidak boleh sampai memikirkan apakah mereka memiliki makanan atau tidak pada hari itu. Serta bagaimana mereka mengakses pangan selama liburan.

Pemerintah lantas menanggapi aksi terbaru Rashford ini. Seorang juru bicara Boris Johnson, Perdana Menteri Inggris,  mengatakan saat ini situasinya berbeda.

Ia menjelaskan, beberapa bulan lalu, pemerintah mengabulkan permintaan Rashford, karena sekolah tak berjalan seperti biasanya. Anak-anak belajar dari rumah.

Sekarang sekolah-sekolah sudah mulai dibuka. 

"Kami meyakini, cara terbaik untuk mendukung keluarga di luar waktu semester adalah melalui kredit universal, bukan mensubsidi makanan," demikian pernyatan jubir tersebut.

Artinya, pemerintah menolak petisi yang diperjuangkan Rashford. Sejauh ini sekitar 60 ribuan orang telah menandatangani petisi tersebut.

Targetnya 100 ribu. Jika target tercapai, parlemen akan membahasnya.

Perjuangan Rashford belum mengalami kebuntuan. Badan amal Food Foundation merilis data sekitar 18 persen anak usia delapan hingga 17 tahun masih berupaya mencari makanan layak selama liburan musim panas.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA