Saturday, 7 Rabiul Awwal 1442 / 24 October 2020

Saturday, 7 Rabiul Awwal 1442 / 24 October 2020

Mau Punya Tabungan 3 Miliar di Usia 55 Tahun? Ini Caranya!

Jumat 16 Oct 2020 02:40 WIB

Rep: Rahma Sulistya/ Red: Reiny Dwinanda

Menghitung uang (Ilustrasi). Menabung sejak muda akan memudahkan milenial mencapai tujuan keuangannya.

Menghitung uang (Ilustrasi). Menabung sejak muda akan memudahkan milenial mencapai tujuan keuangannya.

Foto: Republika/Prayogi
Memulai menabung sejak usia 20-an akan memudahkan pencapaian tujuan keuangannya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Principal Consultant & CEO @zapfinance, Prita Hapsari Ghozie mengajak para milenial untuk mempersiapkan hari tua yang mapan. Bagi para millenial, usia 22-28 tahun, ada cara untuk memiliki tabungan hingga 3 milliar ketika berusia 55 tahun.

"Kamu usia 20 tahun? Inilah saatnya mulai menabung. Sisihkan Rp 1 juta per bulan secara rutin, jadi di usia 55 tahun kamu akan memiliki tabungan sekitar Rp 3,8 milliar," ujar dia dalam konferensi pers virtual Tokopedia.
 
Memulai investasi sejak usia muda memang sangat dianjurkan oleh Prita. Ia menyebut, tidak ada alasan tidak sanggup apalagi bagi millenial yang sudah memiliki gaji bulanan.
 
Semua bisa diatur dan disisihkan. Caranya bagaimana? Prita mengajarkan untuk membagi hasil gaji per bulan dalam tiga kategori, yakni living, playing, dan saving.
 
Living (kebutuhan hidup) ini ambil 50 persen dari gaji, untuk berbagai hal yang sifatnya biaya hidup seperti bayar indekos, listrik, dan makanan sehari-hari. Kemudian, bajet playing (bersenang-senang) ambil 20 persen dari gaji.
 
"Bajet ini untuk hangout, belanja, atau apapun itu yang sifatnya kebutuhan tambahan, yang perlu nggak perlu," kata Prita.
 
Sementara itu, saving ini ambil 30 persen dari gaji. Apakah ini terlalu besar?
 
"Tentu tidak, karena ketika nanti berkeluarga atau punya anak, kita tidak akan rugi sama sekali," ungkap Prita.
 
Tabungan tersebut yang harus dipecah. Misalnya menabung di tiga rekening berbeda, lalu investasi di berbagai lini yang dipahami , seperti reksa dana atau emas.
 
"Lebih baik investasi kemana? Reksa dana atau emas? Kalau menurut saya sih dua-duanya, karena kalau mau investasi jangan di satu tempat saja. Terus ini kan lagi pandemi, bisa tuh uang hangout disimpan untuk nambah-nambahin dana darurat atau investasi,” kata Prita.
 
Sebenarnya tidak masalah mau memulai investasi di usia berapapun. Hanya saja, hasilnya di usia 55 tahun akan berbeda.
 
"Misalnya baru bisa berinvestasi di usia 40 tahun, dengan menyisihkan Rp 4 juta per bulan saja hasilnya di usia 55 tahun hanya Rp 820 juta dan ini berbeda jauh jika kita sudah berinvestasi sejak usia 20 tahun.
 
Prita menyebut, kalau dari usia muda kita sadar investasi, itu akan sangat lebih baik. Sebab, usahanya tak membuat orang menjadi terseok.
 
"Artinya, hanya kumpulkan Rp 1 juta per bulan kita sudah bisa menikmati masa tua dengan senang nantinya. Jadi lebih baik dimulai sejak dini,” ujar Prita lagi.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA