Saturday, 7 Rabiul Awwal 1442 / 24 October 2020

Saturday, 7 Rabiul Awwal 1442 / 24 October 2020

Dituding Lindungi Osama, Iran: Teori Trump Terlalu Liar

Kamis 15 Oct 2020 20:13 WIB

Rep: Umar Mukhtar/ Red: Nashih Nashrullah

Iran menilai pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump bahwa Iran lindungi Osama bin Laden liar.

Iran menilai pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump bahwa Iran lindungi Osama bin Laden liar.

Foto: AP
Iran menilai pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump liar.

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN – Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Saeed Khatibzaded, mencemooh cuitan dalam akun Twitter Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengaitkan kepala kelompok teroris Alqaeda Osama bin Laden dengan Iran. Khatibzaded membalas cuitan Trump lewat akun Twitternya dan menganggapnya sebagai teori konspirasi yang liar.

"Presiden Amerika Serikat telah lama menggunakan Iran sebagai tongkat kampanye. Tapi kami mencapai titik terendah baru. Suatu hari, Donald Trump mengungkapkan fantasi angan-angan tentang telepon dari Teheran. Selanjutnya, dia menyebarkan teori konspirasi liar dari akun palsu yang dijalankan sekte teroris," kata dia dalam tweetnya pada Rabu (14/10). 

Pada Rabu kemarin, Trump me-retweet cuitan yang awalnya diterbitkan oleh akun twitter yang secara luas diketahui dijalankan kelompok teroris Mojahedin-E-Khalq (MEK). Tweet itu mengutip pelapor Benghazi Nick Noe yang mengklaim bahwa tiga mantan direktur CIA terlibat dalam menjaga bin Laden tetap hidup di Iran.

Baca Juga

Kemudian memindahkannya dari Iran ke Pakistan untuk pembunuhan trofi Obama. Tweet itu juga mengklaim bahwa pemerintahan Obama melakukan pembayaran ke Iran atas kerjasamanya dalam pembunuhan bin Laden. 

September lalu, juru bicara pemerintah Iran Ali Rabiei sempat menyebut bahwa Presiden Trump merupakan ancaman yang lebih berbahaya bagi Iran dibandingkan Saddam Hussein yang melancarkan perang Iran dan Irak selama delapan tahun dari 1980 hingga 1988.

Baghdad menginvasi Iran untuk merebut provinsi kaya minyak Khuzestan setelah revolusi 1979. Konflik tersebut menewaskan 1,2 juta orang. Irak diduga menggunakan senjata kimia terhadap pasukan dan warga sipil Iran. 

"Sejumlah elite politik di berbagai level percaya Trump lebih mendukung kekerasan dan brutal dibandingkan Saddam, lebih membahayakan nyawa, kesehatan dan mata pencaharian rakyat Iran," kata Rabiei.

Sumber:  https://www.tehrantimes.com/news/453597/Iran-to-Trump-Linking-bin-Laden-to-Iran-a-wild-conspiracy  

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA