Thursday, 11 Rabiul Akhir 1442 / 26 November 2020

Thursday, 11 Rabiul Akhir 1442 / 26 November 2020

'Love Jihad', Pernikahan Muslim-Hindu yang Dicurigai?

Kamis 15 Oct 2020 17:43 WIB

Rep: Andrian Saputra/ Red: Nashih Nashrullah

Pernikahan Hindu dan Muslim India dicuriga bukan murni menikah. Bendera India (Ilustrasi).

Pernikahan Hindu dan Muslim India dicuriga bukan murni menikah. Bendera India (Ilustrasi).

Foto: IST
Pernikahan Hindu dan Muslim India dicuriga bukan murni menikah.

REPUBLIKA.CO.ID, Toko perhiasan Tanishq di India telah menarik iklan yang menampilkan pasangan menantu perempuan Hindu dengan Muslim. Penarikan iklan itu dilakukan setelah ekstremis Hindu menuduh toko perhiasan terbesar di India itu mendukung  laki-laki Muslim sengaja merayu perempuan Hindu untuk mengubah keyakinan menjadi Islam.

Love Jihad, itulah sebuah teori konspirasi yang telah ada puluhan tahun yang meyakini bahwa pria Muslim yang merupakan minoritas di negara itu berupaya mengislamkan negara itu dengan cara menikahi wanita dari agama Hindu yang menjadi mayoritas di India. teori konspirasi itu menjadi momok yang menghantui sayap kanan India. 

Para pendukung teori Love Jihad berpendapat bahwa perasaan asmara yang tulus antara seorang pria Muslim dan wanita Hindu tidak mungkin terjadi. Justru para pendukung teori itu menyebutkan bahwa seorang Muslim berpura-pura mencintai untuk menipu wanita Hindu agar masuk Islam.

Baca Juga

Dengan cara seperti itu, para pendukung teori love jihad percaya bahwa perlahan-lahan India akan berubah hingga tidak lagi  sebagai negara Hindu. Meski tak ada bukti untuk teori konspirasi ini, tetapi gagasan ini terus membebani pikiran ultra nasionalis Hindu.  

Upaya memboikot toko perhiasan Tanishq karena iklan yang dibuatnya itu pun menjadi bentuk dari teori tersebut. Iklan itu menggambarkan seorang menantu perempuan Hindu yang dimanjakan oleh mertuanya yang beragama Muslim.

Mertuanya itu menghadiahkan perhiasan yang dibuat dengan merek Tanishq. Sontak itu membuat warga India marah tak terkecuali aktor Kangana Ranut yang menggambarkan produsen iklan sebagai teroris kreatif. 

Menurut Ranaut iklan Tanishq berupaya menyuntikkan nilai-nilai yang merusak peradaban Hindu. Seruan itu pun memaksa Tanishq mencabut iklannya. Dalam pernyataan di media sosialnya, toko perhiasan itu mengutip postingan pernyataan menyakitkan dari netizen.  

Dengan penarikan iklan dan fakta bahwa toko perhiasan itu milik grup TATA yakni kontributor keuangan terbesar bagi BJP sayap kanan India membuat reaksi dari warga Hindu pun mereda. Pada Rabu, media India melaporkan  bahwa pada pendukung gerakan sayap kanan Hindutava menerobos masuk ke toko Tanishq di kota Gandhidham di Gujarat untuk menuntut permintaan maaf manajer toko.  

Sementara Menteri India, Shashi Tharoor di media sosial langsung membuat pernyataan. "Penyerahan (Tanishq) menunjukkan atmosfer ketakutan dan intimidasi yang meluas yang telah dilepaskan beberapa orang di negara itu. India telah berubah, tidak dapat dikenali menjadi lebih buruk dari negara tempat saya dibesarkan. Tidak pernah terpikir saya akan melihat hari ketika menyebarkan kebencian komunal adalah kenormalan baru," katanya.  

Sementara itu perusahaan media sosial seperti Facebook dan Twitter telah memungkinkan aktivis sayap kanan untuk mengatur, merekrut, dan menyebarkan pidato kebencian yang menargetkan minoritas Muslim India. 

Pencarian di Twitter untuk istilah ‘Love Jihad’ hampir secara eksklusif mempromosikan tweet yang mendukung konspirasi itu. Sedang Facebook telah dimintai keterangan oleh anggota parlemen India atas ujaran kebencian anti-Muslim di situs yang diizinkan untuk tetap ada.

Sumber:  https://www.trtworld.com/magazine/love-jihad-conspiracy-rears-head-after-indian-ad-shows-interfaith-couple-40572

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA