Wednesday, 4 Rabiul Awwal 1442 / 21 October 2020

Wednesday, 4 Rabiul Awwal 1442 / 21 October 2020

Nadiem: Guru Harus Memerdekakan Pemikiran Murid

Kamis 15 Oct 2020 15:04 WIB

Rep: Inas Widyanuratikah/ Red: Gita Amanda

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim mengatakan guru ke depan harus lebih berpihak kepada murid.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim mengatakan guru ke depan harus lebih berpihak kepada murid.

Foto: ANTARA/Puspa Perwitasari
Guru harus mempersiapkan anak Indonesia untuk menghadapi hal-hal baru.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Nadiem Makarim membuka kegiatan Pendidikan Guru Penggerak yang dilakukan secara daring. Di dalam sambutannya, Nadiem mengatakan guru ke depan harus lebih berpihak kepada murid.

"Cita-cita kita hanya satu, pembelajaran yang berpihak kepada murid. Pembelajaran yang memerdekakan pemikiran, dan potensi murid tersebut," kata Nadiem, Kamis (15/10).

Ia mengatakan, pendidikan yang dilakukan sekarang adalah untuk mempersiapkan anak Indonesia untuk menghadapi masa depan. Hal yang ada saat ini sangat mungkin untuk berubah di masa depan. Guru harus mempersiapkan anak Indonesia untuk menghadapi hal-hal baru tersebut.

"Biasakanlah untuk mengeksplorasi kebaruan. Teruslah mencari cara terbaik untuk diimplementasikan di ruang kelas," kata Nadiem menambahkan.

Seluruh proses ini, kata Nadiem tidak akan menjadi sesuatu yang nyaman baik bagi guru ataupun murid. Ia juga memahami jika ada keraguan dalam melakukan keseluruhan proses pembelajaran ini.

Namun, proses ini harus dilalui demi mempersiapkan anak Indonesia di masa depan. "Apakah proses ini sudah tepat atau belum. Tidak apa-apa. Keraguan itu wajar, teruslah berproses bersama, tidak ada perlombaan dalam hal ini. Teruslah bergotong royong, saling mendukung, saling menyemangati, dan saling mengajari," kata dia lagi.

Program Guru Penggerak berbentuk pendidikan dan pelatihan mandiri dan kelompok secara terbimbing bagi guru. Proses pendidikan ini dilakukan dengan pendampingan terbimbing oleh pengajar praktik (pendamping) yang berasal dari guru berpengalaman kepala sekolah, dan pengawas sekolah, atau praktisi pendidikan.

Program ini bertujuan untuk menghasilkan bibit-bibit unggul pemimpin Indonesia di masa yang akan datang. Perjalanan guru penggerak dimulai dengan tahap seleksi dan mengikuti rangkaian Program Pendidikan Guru Penggerak selama 9 bulan yang terdiri dari kelas pelatihan daring, lokakarya, dan pendampingan.



BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA