Thursday, 11 Rabiul Akhir 1442 / 26 November 2020

Thursday, 11 Rabiul Akhir 1442 / 26 November 2020

Latihan Kendaraan Amfibi Tewaskan Prajurit, Komandan Dipecat

Kamis 15 Oct 2020 04:50 WIB

Rep: Umi Nur Fadhilah/ Red: Christiyaningsih

Tentara Amerika Serikat (ilustrasi). Latihan kendaraan amfibi AAV menjadi tragedi karena sembilan prajurit tewas tenggelam.

Tentara Amerika Serikat (ilustrasi). Latihan kendaraan amfibi AAV menjadi tragedi karena sembilan prajurit tewas tenggelam.

Foto: Reuters/Carlo Allegri
Latihan kendaraan amfibi AAV menjadi tragedi karena sembilan prajurit tewas tenggelam

REPUBLIKA.CO.ID, KALIFORNIA - Korps Marinir Amerika Serikat (AS) memecat komandan unit yang terlibat dalam kecelakaan tragis kendaraan serbu amfibi (AAV) pada Juli lalu. Dalam sebuah pernyataan, Korps Marinir AS mengatakan kecelakaan itu menewaskan delapan marinir dan satu pelaut Angkatan Laut.

Letnan Kolonel Michael Regner yang merupakan komandan dari Batalion Tim Pendaratan Batalyon 1 Marinir keempat dengan Satuan Ekspedisi Marinir ke-15 dibebaskan dari jabatannya pada Selasa (13/10) oleh Letnan Jenderal Karsten Heckl yang memimpin Pasukan Ekspedisi Marinir I.

Dalam sebuah pernyataan, Korps Marinir AS Regner kehilangan kepercayaan dan kemampuan untuk memimpin, sebagai akibat dari kecelakaan kendaraan amfibi yang terjadi di lepas pantai Kalifornia Selatan pada 30 Juli.

Pada akhir Juli, sebuah AAV yakni kendaraan amfibi berpeluru seberat 26 ton yang digunakan untuk memindahkan marinir antara kapal dan pantai itu tenggelam di lepas pantai Kalifornia selama sesi latihan. Dari 16 tentara yang berada di dalam kendaraan itu, kurang dari setengahnya yang selamat.

Sebanyak delapan marinir dan pelaut tewas. Sebagian besar korban diperkirakan tidak berhasil keluar dari kendaraan yang tenggelam. Para korban ditemukan beberapa hari setelah kecelakaan. Insiden kecelakaan pelatihan itu adalah yang paling mematikan di hampir sejarah lima dekade AVV. Saat ini, pihak berwajib sedang menyelidiki lebih lanjut.

Meskipun Investigasi Komando telah mengumpulkan sejumlah besar informasi dan data yang menjadi keputusan Heckl, Korps Marinir menjelaskan investigasi masih berlangsung untuk mengumpulkan semua informasi yang relevan dan mengambil tindakan sesuai.

Regner ditugaskan sebagai perwira infanteri pada 2002. Dia telah ditempatkan di banyak medan seperti Irak dan Afghanistan. Dia juga mengerjakan rencana perang yang berkaitan dengan Iran. Regner menjabat sebagai asisten komandan Komando Pusat AS. Dia berkontribusi pada perencanaan strategis untuk Defeat-ISIS Coalition.

Korps Marinir tidak menginformasikan siapa yang menggantikan Regner sebagai komandan unit baru. Namun, marinir dan pelaut dari MEU ke-15 terus berlatih dalam persiapan untuk tanggap darurat dan krisis.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA