Saturday, 7 Rabiul Awwal 1442 / 24 October 2020

Saturday, 7 Rabiul Awwal 1442 / 24 October 2020

Penghimpunan Ziswaf Meningkat di Tengah Pandemi

Rabu 14 Oct 2020 00:52 WIB

Rep: Rossi Handayani/ Red: Gita Amanda

Ilustrasi Zakat

Ilustrasi Zakat

Foto: Republika/Mardiah
Penghimpunan DD sampai September lalu tumbuh 14,9 persen dibandingkan tahun lalu

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Penghimpunan Zakat Infak Sedekah (Ziswaf) mengalami peningkatan di sejumlah lembaga Zakat meskipun saat ini berada di tengah pandemi covid-19. Lembaga zakat seperti, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan Dompet Dhuafa (DD) turut mengalami peningkatan Ziswaf.

"Terkait penghimpunan Ziswaf DD, saat ini masih growth dibandingkan dengan tahun lalu," kata General Manager Mobilisasi ZIS Dompet Dhuafa, Dhoni Marlan pada Selasa (13/10).

Dhoni mengungkapkan, penghimpunan DD sampai September lalu tumbuh 14,9 persen dibandingkan tahun lalu. Dari Januari hingga September nilainya mencapai Rp 260 miliar. Peningkatan tersebut tak terlepas dari sejumlah strategi yang diterapkan DD.

"Pertama, Strategi digital Fundrasing, kedua program yang related dengan kondisi covid, misalnya distribusi sembako untuk masyarakat terdampak dan program-program kesehatan," ucap Dhoni.

Hal serupa juga dialami oleh Baznas. Direktur Pendistribusian dan Pendayagunaan Baznas, Irfan Syauqi Beik mengatakan, peningkatan Ziswaf terjadi selama semester pertama 2020. "Baznas mencatat kenaikan 46 persen pada periode semester pertama dibandingkan dengan tahun lalu," kata Irfan.

Irfan mengungkapkan, tren peningkatan ini tidak hanya dialami oleh Baznas, namun juga oleh Lembaga Amil Zakat (LAZ) lainnya. Dia mengatakan, Dompet Dhuafa dan Rumah Zakat turut mengalami peningkatan pengumpulan Ziswaf.

Sementara itu, hasil survei Institute For Demographic and Poverty Studies (Ideas) menyatakan, Pandemi Covid-19 telah menurunkan penghimpunan donasi di LAZ hingga mencapai 50 persen.

Survei tersebut dilakukan secara daring terhadap 100 orang. Sebanyak 49 persen responden merupakan pegiat sosial yang bekerja di lembaga amil zakat, 15,3 persen bekerja di lembaga yayasan sosial, dan 35,7 persen bekerja pada bisnis sosial atau social enterprise.

Peneliti Ideas Ahsin Aligori menyampaikan, hasil survei menemukan fakta pandemi Covid-19 berdampak pada menurunnya penghimpunan lembaga secara drastis pada kisaran 20 hingga 50 persen. Padahal, biasanya momentum Ramadhan justru menjadi puncak penghimpunan dana zakat.

Ahsin menilai, terdapat beberapa faktor yang menyebabkan penurunan jumlah penghimpunan lembaga sosial. Pertama, terjadinya gejala resesi ekonomi sehingga berdampak terhadap penurunan donatur. Fenomena ini bahkan diprediksi akan terjadi sepanjang pandemi.

Beberapa lembaga menyatakan, jumlah donasi rata-rata donatur menurun 20 persen. Sebelumnya, rata-rata donatur berdonasi sekitar Rp 100 ribu dan pada saat ini sekitar Rp 70 ribu hingga Rp 80 ribu. Profil donatur di masing-masing lembaga sebanyak 70 persen didominasi oleh donatur kelas menengah sebagai pekerja, karyawan perusahaan, dan pebisnis.

Rata-rata pertumbuhan penghimpunan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) dari 2002 hingga 2019 sebesar 36,2 persen dengan tingkat pertumbuhan Indeks Produksi Industri (IPI) rata-rata empat persen per tahun. Jika saat Covid-19 nilai IPI mengalami penurunan 0,8 persen, berdasarkan hasil simulasi, diprediksi bahwa hal ini akan berdampak pada penurunan penghimpunan ZIS sebesar 43 persen.

Kedua, terdapat pengurangan donatur karena terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK). Sekitar 32 persen donatur tercatat benar-benar tidak bisa berdonasi dan 60 persen donatur lebih memilih berdonasi di sekitar lingkungan mereka sendiri.

Ketiga, menurunnya transaksi donasi secara langsung atau lewat tatap muka karena pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dan physical distancing. Kemudian, walaupun seluruh program kampanye Covid-19 beralih ke daring, tetapi dirasakan masih ada batasan kekurangan.

"Bagi lembaga yang memiliki kanal sosial media dan daring yang kurang exposure maka kurang mendapatkan tanggapan dari publik secara daring," kata dia.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA