Sunday, 22 Zulhijjah 1442 / 01 August 2021

Sunday, 22 Zulhijjah 1442 / 01 August 2021

5.000 Pakar Kesehatan Kecam Lockdown, Mengapa?

Rabu 14 Oct 2020 00:45 WIB

Rep: Puti Almas/ Red: Reiny Dwinanda

Para pekerja mengganti papan nama Les Miserables di teater Sondheim di London, Inggris, 12 Oktober 2020. Banyak pekerja teater di Inggris dilaporkan telah kehilangan pekerjaan karena pandemi virus corona dan pembatasan penguncian.

Foto:
Focused Protection memungkinkan generasi muda hidup normal di tengah pandemi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menurut para pakar yang menandatangani Great Barrington Declaration, tingkat kematian lansia dan orang yang memiliki komorbid seribu kali lebih tinggi daripada generasi muda. Pada anak-anak, Covid-19 tak lebih berbahaya dari penyakit lain, seperti influenza.

Herd immunity, menurut mereka, memang dapat dibantu tercipta dengan vaksin. Tetapi, tidak serta merta bergantung pada vaksin.

“Tujuan kita harusnya meminimalisasi mortalitas dan dampak sosial sampai herd immunity tercapai,"

Pendekatan paling "ramah" yang memiliki manfaat dan risiko yang imbang dalam mencapai kekebalan kelompok adalah mengizinkan agar semua yang punya risiko rendah kematian akibat Covid-19 bisa terus menjalani kehidupannya dengan normal demi membangun imunitas terhadap virus melalui infeksi alami. Langkah itu dijalankan seraya memberi proteksi yang lebih baik bagi kelompok yang berisiko tinggi.
 
"Kami menyebutnya sebagai 'Focused Protection'.”

photo
Beda herd immunity alami dan via vaksinasi - (Republika)

Petisi tersebut dinamakan Great Barrington Declaration karena drafnya disusun di Barrington, AS. Pakar kesehatan dari Inggris termasuk mereka yang meneken petisi.

Sementara itu, Prof Jeremy Rossman, dari University of Kent, mengakui bahwa pembatasan yang sekarang berlangsung punya efek yang besar. Akan tetapi, ia tak sepakat dengan isi deklarasi Barrington.

Rossman mengingatkan bawa tidak mungkin melindungi kelompok rentan atau mencapai herd immunity. Ia juga menyoroti keberadaan kaum muda yang mengalami gejala Covid-19 berkepanjangan.

"Meskipun jelas bahwa diperlukan dukungan dan bantuan untuk meringankan beban kesehatan mental yang dialami banyak orang, deklarasi tersebut kecil kemungkinannya untuk berhasil dan malah akan mendatangkan risiko kesehatan jangka panjang bagi banyak orang," komentarnya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA