Saturday, 13 Rabiul Akhir 1442 / 28 November 2020

Saturday, 13 Rabiul Akhir 1442 / 28 November 2020

Trump Harap UEA Rayu Negara Teluk Normalisasi dengan Israel

Selasa 13 Oct 2020 18:49 WIB

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Teguh Firmansyah

Presiden Donald Trump

Presiden Donald Trump

Foto: AP/Evan Vucci
Trump melakukan percakapan dengan Putra Mahkota UEA Mohammad bin Zayed al-Nahyan.

REPUBLIKA.CO.ID, ABU DHABI -- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dilaporkan melakukan percakapan via telepon dengan Putra Mahkota Uni Emirat Arab (UEA) Mohammed bin Zayed al-Nahyan pada Senin (12/10). Pada kesempatan itu, Trump meminta al-Nahyan mendorong negara-negara lain di kawasan Teluk dan Timur Tengah (Timteng) untuk membangun hubungan dengan Israel.

Media Arab48 dalam laporannya menyebut Trump dan al-Nahyan membahas perkembangan situasi di Timur Tengah. Hal itu disampaikan Wakil Sekretaris Pers Gedung Putih Judd Deere. Menurut Deere, Trump meminta al-Nahyan mendorong negara-negara lain di Teluk dan Timteng untuk mengikuti jejak UEA melakukan normalisasi diplomatik dengan Israel.

Tak dijelaskan secara detail mengenai respons al-Nahyan. Tapi dia mengucapkan selamat kepada Trump karena berhasil pulih dari Covid-19. Pada Senin lalu, al-Nahyan pun melakukan percakapan via telepon dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

“Kami membahas penguatan hubungan bilateral dan mengkaji prospek perdamaian dan kebutuhan stabilitas, kerja sama, dan pembangunan di kawasan,” kata al-Nahyan seperti dikutip media pemerintah UEA.

Al-Nahyan dan Netanyahu sepakat untuk mengadakan pertemuan dalam waktu dekat. Menurut laporan Haaretz, Netanyahu mengatakan negaranya  siap menyambut delegasi UEA yang dijadwalkan berkunjung ke Israel pada 20 Oktober mendatang. Menteri keuangan dan ekonomi UEA termasuk dalam delegasi tersebut.

Kunjungan delegasi UEA merupakan balasan atas lawatan delegasi Israel ke Abu Dhabi pada Agustus lalu. Dalam kunjungan nanti, perwakilan kedua negara bakal membahas kerja sama investasi, pengaturan penerbangan, dan pembukaan kedutaan di masing-masing negara.

Pada 6 Oktober lalu, Menteri Luar Negeri UEA Sheikh Abdullah bin Zayed telah melakukan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Israel Gabi Ashkenazi di Berlin, Jerman. Pada kesempatan itu Sheikh Abdullah kembali membela keputusan negaranya melakukan normalisasi diplomatik dengan Israel. Menurutnya, Timur Tengah bakal menyaksikan babak baru.

“Kami ingin mewujudkan perdamaian, kami ingin membangun perdamaian untuk kemakmuran di kawasan ini, kami ingin bekerja sama,” katanya dan menyebut keamanan, energi serta teknologi sebagai kemungkinan wilayah kerja sama dengan Israel.

Sheikh Abdullah pun menegaskan kembali dukungan UEA terhadap solusi dua negara untuk konflik Israel-Palestina. Sementara itu, Ashkenazi menyoroti pentingnya perjanjian normalisasi dengan UEA yang ditengahi AS. Dia berjanji melanjutkan pembicaraan untuk meningkatkan kerja sama dengan UEA. “Ini akan mendukung stabilitas di kawasan dan mungkin akan mengarah pada kesepakatan dan perjanjian lain di masa depan,” ujarnya.

Namun Ashkenazi menahan diri untuk tidak berkomentar tentang solusi dua negara yang didukung secara internasional. Pemerintah Israel diketahui masih menentang hal tersebut.


BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA