Sunday, 23 Rajab 1442 / 07 March 2021

Sunday, 23 Rajab 1442 / 07 March 2021

Bio Farma Surati Sinovac soal Perbedaan Harga dengan Brasil

Selasa 13 Oct 2020 13:51 WIB

Rep: Muhammad Nursyamsi/ Red: Fuji Pratiwi

Direktur Utama PT Bio Farma Honesti Basyir. PT Bio Farma (Persero) sudah bersurat kepada Sinovac terkait harga vaksin Covid-19.

Direktur Utama PT Bio Farma Honesti Basyir. PT Bio Farma (Persero) sudah bersurat kepada Sinovac terkait harga vaksin Covid-19.

Foto: ABDAN SYAKURA/REPUBLIKA
Sinovac membantah kabar harga vaksin bagi Brasil tersebut.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Bio Farma (Persero) sudah bersurat kepada Sinovac terkait harga vaksin Covid-19. Hal tersebut menyusul kabar Sinovac memberikan harga 1,96 dolar AS kepada Brasil untuk vaksin yang sama.

Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir memastikan harga untuk vaksin Covid-19 di Indonesia tidak akan memberatkan pemerintah. Kisaran harganya Rp 200 ribu. 

Hal tersebut disampaikan Honesti menanggapi pemberitaan yang menyatakan Sinovac sudah menandatangani kontrak pengadaan vaksin dengan Brasil seharga 1,96 dolar AS per dosis. Brasil merupakan salah satu negara yang juga akan membeli vaksin Covid-19 dari Sinovac.

Baca Juga

Melalui surat resmi, Sinovac sudah membantah berita di media massa yang menyebut harga vaksin untuk Brasil seharga 1,96 dolar AS per dosis. "Informasi harga vaksin Covid-19 di Brasil, telah kami klarifikasi ke pihak Sinovac," ujar Honesti dalam siaran pers di Jakarta, Selasa (13/10).

Kata Honesti, Sinovac sudah mengirimkan surat elektronik resmi ke Bio Farma yang memastikan informasi dalam pemberitaan tentang kontrak pembelian 46 juta dosis dengan nilai kontrak 90 juta dolar AS dengan pemerintah Brasil tidak tepat. Mengenai harga 1,96 dolar AS per dosis pun tidak tepat sebab biaya pengiriman tiap dosisnya pun sekitar dua dolar AS per dosis.

"Intinya, Bio Farma berkomitmen mendukung upaya pemerintah menghadirkan vaksin Covid-19 dengan harga terjangkau," ucap Honesti.

Honesti melanjutkan, dalam surat resminya, Sinovac menyampaikan, dalam penentuan harga vaksin Covid-19, ada beberapa faktor yang berperan. Salah satu faktornya adalah investasi pada studi klinis fase tiga terutama dalam uji efikasi dalam skala besar. Penentuan harga di Indonesia, mengikuti prinsip-prinsip tadi. Dengan kata lain, skema pemberian harga vaksin Covid-19 tidak dapat disamakan. 

Honesti mengatakan untuk menjaga dan menjamin kualitas vaksin Covid-19 mulai dari bahan baku dan lainnya Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan LPPOM MUI akan melakukan kunjungan audit ke fasilitas Sinovac di Beijing, China.

Honesti melanjutkan, BPOM juga akan memastikan fasilitas dan proses produksi vaksin Covid-19 di Bio Farma memenuhi standar Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB)/Good Manufacturing Practice (GMP).

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA