Saturday, 7 Rabiul Awwal 1442 / 24 October 2020

Saturday, 7 Rabiul Awwal 1442 / 24 October 2020

Pastikan Tumbuh Kembang Anak Sudah Sesuai dengan Usianya

Selasa 13 Oct 2020 14:00 WIB

Rep: Santi Sopia/ Red: Reiny Dwinanda

Ilustrasi Ibu dan buah hatinya. Pada rentang usia 0-2 tahun, anak sedang mengembangkan kemampuan panca indranya.

Ilustrasi Ibu dan buah hatinya. Pada rentang usia 0-2 tahun, anak sedang mengembangkan kemampuan panca indranya.

Foto: Republika/Wihdan
Selagi masih di rumah, ayah dan ibu dapat lebih mengobservasi tumbuh kembang anak.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Orang tua zaman sekarang dipermudah dengan akses pengetahuan yang cepat, tak kecuali mengenai informasi panduan tumbuh kembang anak. Kesesuaian tumbuh kembang anak dengan usianya harus dipantau dengan membandingkannya dengan sejumlah indikator.

Psikolog Vera Itabiliana Hadiwidjojo mencontohkan, misalnya, anak usia 0-2 tahun sedang mengembangkan kemampuan semua panca indra. Pada rentang usia tersebut, anak senang memegang benda dan memasukkannya ke dalam mulut.

"Usia 2-4 tahun biasanya mulai banyak bertanya, bercerita, jangan dianggap bawel, justru usianya sedang itu," kata Vera dalam peluncuran Cussons Bintang Kecil (CBK) ke-9 dengan tema Eksplorasi Dunianya, Jumat (9/10).

Vera menjelaskan, pada fase usia 4-8 tahun, anak sedang dalam tahap menciptakan sesuatu. Anak akan mulai berkreasi, mengambil barang untuk menggambar, mewarnai, dan kreasi lainnya.

Baca Juga

"Nggak bisa diam dicap bandel, padahal usianya sedang fase tidak bisa diam," ungkap Vera.

Vera mengungkapkan, orang tua harus tahu betul tahapan perkembangan anaknya. Orang tua perlu memahami indikator tumbuh kembang anak supaya punya penanganan yang tepat jika mendeteksi adanya gangguan.

"Perhatikan apakah kemampuan anak masih ketinggalan atau sudah tercapai sesuai indikator perkembangannya," tutur Vera.

Periode di rumah saja saat ini, menurut Vera, menjadi kesempatan besar orang tua lebih mengobservasi perkembangan anandanya. Di samping itu, ayah dan ibu perlu memberikan stimulasi yang tepat untuk melatih kemampuan anak.

Bagi orang tua bekerja, baiknya sudah ada kurikulum tinggal dilakukan pengasuh. Dampak positif lebih sering di rumah akibat pandemi adalah yang biasanya orang tua tidak sempat menstimulasi sendiri buah hatinya, sekarang punya kesempatan untuk melakukannya.

"Kalau pusing, stres pasti, tapi mau nggak mau harus seperti ini dulu. Pertama, menerima dulu situasi ini harus dijalani sementara. Supaya eksplorasi anak tetap berjalan, tumbuh kembangnya sesuai, jalankan dengan senang, ibu dan anak tidak stres," kata Vera.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA