Saturday, 7 Rabiul Awwal 1442 / 24 October 2020

Saturday, 7 Rabiul Awwal 1442 / 24 October 2020

Menerapkan Amalan Hati Ash-Shidq

Selasa 13 Oct 2020 08:36 WIB

Rep: Meiliza Laveda/ Red: Esthi Maharani

Kubah masjid berlafaskan Allah (ilustrasi)

Kubah masjid berlafaskan Allah (ilustrasi)

Foto: ANTARA
Ash-Shidq (benar atau jujur) adalah pokok dari seluruh amalan hati.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Dalam Islam, Allah Swt mengajarkan untuk melakukan amalan hati. Salah satu amalan hati adalah Ash-Shidq. Apa itu Ash-Shidq?

Dalam buku Tafsir Al-‘Usyr Al-Akhir dari Alquran Al-Karim dijelaskan Ash-Shidq (benar atau jujur) adalah pokok dari seluruh amalan hati. Lafaz Ash-Shidiq digunakan dalam enam makna, yaitu benar dalam ucapan, benar dalam keinginan dan maksud (ikhlas), benar dalam tekad, benar dalam janji, benar dalam amalan sehingga lahiriahnya bersesuaian dengan batinnya seperti khusyuk dalam sholat, dan benar dalam seluruh perkara agama.

Itulah derajat yang tertinggi dan termulia. Seperti benar dalam rasa takut, harapan, pengangguran, zuhud, ridha, tawakal, rasa cinta, dan seluruh amalah hati lainnya. Maka barang siapa yang memiliki sifat benar dalam segala perkara di atas, maka ia adalah “Siddiq” (yang membuktikan ucapan dengan perbuatannya).

Rasul SAW bersabda, “Hendaklah kalian bersikap benar atau jujur, karena kebenaran itu akan mengantarkan pada kebaikan dan kebaikan itu akan menyampaikan ke surga. Seseorang itu selalu berlaku benar dan berusaha mencarinya hingga ia ditulis di sisi Allah sebagai orang yang suka berlaku benar.” (Mutaffaq ‘Alaihi).

Barang siapa yang kebenaran tidak jelas baginya, lalu ia bersikap benar kepada Allah dalam permohonannya dan bukan karena hawa nafsu dalam dirinya, maka biasanya ia diberi taufik. Kalau tidak, maka Allah akan memaafkannya.

Lawan dari (sifat) benar adalah dusta yang mana ia bergerak dari dalam jiwa lalu menuju lisan. Kemudia merusaknya, lalu dusta beralih ke anggota badan sehingga menjadi rusaklah amalannya. Sebagaimana ia merusak lisan dengan ucapan-ucapannya. Kedustaan pun menghiasi ucapan, amalan dan keadannya, sehingga kerusakan pun menguasai dirinya.


BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA