Selasa 13 Oct 2020 07:42 WIB

IDI: Jakarta Harus Siap Tarik Rem Darurat Lagi

Pengetatan PSBB sangat mungkin terjadi mengingat adanya demonstrasi besar-besaran.

Rep: Zainur Mahsir Ramadhan/ Red: Ratna Puspita
[Ilustrasi] Pengunjuk rasa yang menolak UU Cipta Kerja bentrok dengan petugas kepolisian.
Foto: Republika/Prayogi
[Ilustrasi] Pengunjuk rasa yang menolak UU Cipta Kerja bentrok dengan petugas kepolisian.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Satgas Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof Zubairi Djoerban mengatakan, DKI Jakarta harus siap menarik rem darurat kembali. Pengetatan PSBB lagi, kata dia, sangat mungkin terjadi mengingat adanya demonstrasi besar-besaran pekan lalu.

"Kemarin ada demo besar, salah satunya di Jakarta. Jadi, dua atau tiga pekan lagi Jakarta mungkin harus siap tarik rem darurat lagi," ujar dia kepada Republika.co.id, Selasa (13/10).

Baca Juga

Dia menambahkan, beberapa demonstran penolak UU Omnibus Law kemarin juga ada yang dinyatakan positif Covid-19. Sehingga, penyebaran wabah Covid-19 dimungkinkan sangat besar ke depannya jika tidak dilakukan pelacakan lebih jauh.

"Kita lihat ada puluhan ribu demonstran, ada beberapa yang terinfeksi dan dalam demo itu juga banyak yang teriak-teriak protes atau nyanyi," kata dia.

Dalam kesempatan itu, kata dia, virus Covid-19 sangat mungkin tersebar dan menginfeksi lebih banyak massa. Alhasil, penularan ke berbagai tempat dari klaster demonstrasi amat sangat mungkin terjadi.

"Kemungkinan DKI Jakarta untuk injak rem lagi mestinya cukup besar," tambah dia.

Ia menegaskan, berdasarkan teori epidemiologi ataupun teori kesehatan lainnya, sangat mungkin risiko bisa semakin jauh. Utamanya, dari berkumpulnya puluhan ribu massa itu. 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement