Senin 12 Oct 2020 18:55 WIB

Depok Siapkan Lahan 2 Hektare untuk Pemakaman Korban Corona

Lahan yang disiapkan tersebut berada di kawasan Kecamatan Tapos, Kota Depok.

Rep: Rusdy Nurdiansyah/ Red: Endro Yuwanto
Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Depok, Dadang Wihana.
Foto: Rusdy Nurdiansyah /Republika
Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Depok, Dadang Wihana.

REPUBLIKA.CO.ID, DEPOK -- Pemerintah Kota (Pemkot) Depok akan menyiapkan lahan seluas dua hektare untuk pemakaman korban meninggal dunia virus corona atau Covid-19. Lahan yang disiapkan tersebut berada di kawasan Kecamatan Tapos, Kota Depok.

"Saat ini korban meninggal dunia Covid-19 dimakamkan di lahan Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kalimulya, Cilodong, yang diperkirakan hanya cukup dua bulan mendatang. Jadi, kami akan siapkan lahan seluas dua hektare di kawasan Kecamatan Tapos," ujar Juru Bicara (Jubir) Satuan Tugas (Satgas) Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 (GTPPC) Kota Depok, Dadang Wihana, dalam siaran pers, Senin (12/10).

Dadang menambahkan, pihak Pemkot Depok telah menyiapkan penambahan area pemakaman di kawasan Kecamatan Tapos yang nantinya tidak hanya untuk pemakaman warga yang meninggal dunia karena Covid-19, namun juga diperuntukkan umum.

"Pemakaman di Tapos bukan khusus pemakaman warga yang meninggal akibat Covid-19 jika lahan yang ada sekarang seperti di Kalimulya, Cilodong, tidak mencukupi bisa dimakamkan di sana karena lahan TPU Tapos untuk umum, tapi memang ada lahan khusus untuk korban meninggal Covid-19," jelas Dadang.

Menurut Dadang, informasi yang diperoleh dari TPU Kalimulya Cilodong lahan yang masih tersedia untuk jenazah Covid-19 Muslim hanya tersisa 30 makam. Sementara untuk non-Muslim sebanyak 100 makam. "Jumlah jenazah Covid -19 baik Muslim dan non-Muslim yang dimakamkan di TPU Kalimulya hingga kini berjumlah 50 jenazah dan diperkirakan untuk waktu dua bulan ke depan sudah penuh," paparnya.

Koordinator TPU Kalimulya Tiga, Abidin, mengatakan akibat menyusut atau berkurangnya lahan pemakaman karena juga diperuntukan untuk korban meninggal Covid-19. "Pemakaman jenazah Covid -19 dijadikan satu di lokasi pemakaman umum," jelasnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement