Sunday, 8 Rabiul Awwal 1442 / 25 October 2020

Sunday, 8 Rabiul Awwal 1442 / 25 October 2020

Milad 108, Muhammadiyah Teguhkan Gerakan Keagamaan

Senin 12 Oct 2020 16:08 WIB

Rep: Wahyu Suryana/ Red: Gita Amanda

Muhammadiyah

Muhammadiyah

Foto: wikipedia
Muhammadiyah akan selalu hadir untuk memberi solusi bagi negeri

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Meneguhkan Gerakan Keagamaan Hadapi Pandemi dan Masalah Negeri menjadi tema yang diusung Muhammadiyah untuk memperingati miladnya. Yang mana, pada 2020 ini merupakan milad Muhammadiyah ke-108 dalam hitungan tahun Masehi.

Muhammadiyah didirikan di Yogyakarta pada 8 Dzulhijjah 1330 H atau 18 November 1912 M. Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Prof Haedar Nashir, tema diangkat untuk mempertegas gerak, sikap, dan kebijakan Muhammadiyah.

Khususnya, dalam menghadapi keragaman paham, pandangan dan orientasi keagamaan yang tumbuh dan berkembang. Tapi, pada saat yang sama Muhammadiyah senantiasa memberikan solusi terhadap masalah negeri, termasuk pada masa pandemi ini.

Dengan kata lain, pada masa pandemi yang sarat beban ini, Muhammadiyah berazam akan terus memancarkan semangat untuk terus berbuat. Walau, sejak awal wabah Covid-19 di Tanah Air Muhammadiyah telah berbuat yang terbaik dan maksimal.

Namun, tidak cuma berbuat dalam aspek-aspek keagamaan. Tapi, berbuat mengatasi masalah-masalah sosial dan kesehatan, bahkan berbuat dalam aspek-aspek yang menyangkut ekonomi, terutama bagi masyarakat prasejahtera di Tanah Air.

"Muhammadiyah akan selalu hadir untuk memberi solusi bagi negeri," kata Haedar, Senin (12/10).

Linear dengan itu, kata Haedar, Muhammadiyah turut menyadari masalah-masalah kebangsaan baik politik, ekonomi, budaya dan keagamaan yang dihadapi sangat kompleks. Sehingga, tidak mungkin bisa diselesaikan hanya oleh satu pihak.

Untuk itu, lewat tema milad ini, Muhammadiyah mengingatkan sekaligus mengajak seluruh kekuatan bangsa, termasuk pemerintah, lembaga-lembaga politik dan kenegaraan, untuk menyelesaikan masalah-masalah bangsa yang kompleks ini.

Caranya, dengan menyatukan seluruh kekuatan yang dimiliki lewat kebersamaan, persatuan dan semangat mencari solusi. Ia merasa, Muhammadiyah pada usia 108 tahun ini tentu akan semakin ditantang masalah-masalah yang besar.

"Tapi, kami yakin dengan pandangan keagamaan yang kokoh, sistem kuat, sumber daya manusia mumpuni dan kerja sama seluruh pihak insya Allah Muhammadiyah mampu berkontribusi hadapi pandemi dan selesaikan masalah negeri dengan spirit dakwah dan tajdid," ujar Haedar.

Haedar menekankan, Islam Muhammadiyah akan selalu hadir sebagai gerakan yang bertumpu di atas semangat menjadi syuhada’a alannas. Jadi saksi sejarah yang membawa kemajuan bagi umat, bangsa dan kemanusiaan semesta yang rahmatan lil alamin.

Untuk itu, ia mengajak semua menyemarakkan dan menyiarkan Milad Muhammadiyah ke-108 dengan ikhtiar yang bisa dilakukan bersama-sama. Sebab, saat pandemi ini tidak boleh kehilangan semangat dan peluang menggerakkan Muhammadiyah.

"Gerakan ini harus selalu memberi solusi untuk negeri, memberi kontribusi menyelesaikan masalah negeri dan akhirnya membawa umat dan bangsa semakin berkemajuan," kata Haedar, menutup.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA