Friday, 20 Zulhijjah 1442 / 30 July 2021

Friday, 20 Zulhijjah 1442 / 30 July 2021

Mengenal Fitur Cruise Control di Mobil

Senin 12 Oct 2020 08:05 WIB

Rep: Eric Iskandarsjah Z/ Red: Dwi Murdaningsih

 PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) mengajak para jurnalis untuk menguji langsung performa dan fitur unggulan dari Xpander Cross, Outlander  PHEV, Eclipse  Cross, dan New Triton dalam acara #AyoGasTerus Media Adventure 2020.

PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) mengajak para jurnalis untuk menguji langsung performa dan fitur unggulan dari Xpander Cross, Outlander PHEV, Eclipse Cross, dan New Triton dalam acara #AyoGasTerus Media Adventure 2020.

Foto: Mitsubishi
Fitur Cruise Control berfungsi mengurangi kelelahan pada pengemudi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Saat ini, sejumlah mobil yang dipasarkan di Indonesia telah dilengkapi dengan fitur cruise control. Dengan fitur ini, maka kendaraan dapat berjalan dalam kecepatan stagnan namun pengemudi tak perlu menginjak pedal gas.

Dilansir dari laman resmi Mitsubishi Indonesia pada Ahad (11/10), fitur ini dimaksudkan untuk dapat mengurangi kelelahan pada pengemudi saat melakukan perjalanan jarak jauh. Selain itu, sebenarnya fitur ini juga mampu berperan dalam meningkatkan efisiensi karena putaran mesin relatif stabil dalam waktu yang cukup lama.

Baca Juga

PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia telah membenamkan fitur ini pada produk Mitsubishi Xpander dan Xpander Cross, Pajero Sport Dakar, Outlander PHEV, dan Eclipse Cross. Mengingat, produk tersebut merupakan mobil yang kerap diajak melakukan perjalanan luar kota untuk sejumlah kepentingan pengendara.

Dalam fitur cruise control, secara umum, kecepatan minimum yang harus diraih untuk mengaktifkan cruise control adalah 60 km/jam. Meskipun fitur ini sebenarnya bisa aktif di kecepatan 40 km/jam, tapi batas kecepatan minimum di jalan tol Indonesia ada di 60 km/jam. Oleh karena itu, pada saat mencapai kecepatan minimum tersebut, pengemudi hanya perlu menekan tombol cruise control sembari menekan tombol SET untuk mengaktifkannya.

Jika sudah ditekan, cruise control akan langsung aktif dan mobil akan melaju otomatis. Hal inilah yang membuat fitur ini efektif digunakan di jalur bebas hambatan dan kondisi lengang. Untuk menonaktifkannya cukup dengan menekan tombol SET lagi atau menginjak pedal rem saja dan seketika kontrol kecepatan mobil kembali kepada kaki kanan pengemudi.

Satu hal yang wajib diingat adalah fitur ini tidak boleh digunakan saat kondisi hujan deras. Mengingat, saat hujan kemungkinan mobil akan menerabas genangan air sehingga hal itu akan berbahaya jika kendaraan tidak melakukan pengurangan kecepatan.

Di satu sisi, saat ini, teknologi pada cruise control pun semakin berkembang lewat adanya teknologi adaptive cruise control (ACC) yang sudah dilengkapi dengan sejumlah sensor. Fitur ini pun sudah tersedia di mobil premium seperti Pajero Sport Dakar, Outlander PHEV, dan Eclipse Cross.

Sensor yang menggunakan teknologi laser ini membuat mobil mampu mendeteksi jarak dengan kendaraan lain yang berada di depan. Sehingga, mobil akan mengurangi kecepatan secara otomatis ketika jarak mobil sudah terlalu dekat. Sebaliknya, ketika mobil mendeteksi jarak yang terlalu jauh dengan kendaraan depannya, maka mobil akan menambah kecepatan sesuai dengan batas kecepatan yang telah ditetapkan oleh pengemudi.

Sensor dan laser itu akan selalu bekerja jika fitur ACC ini diaktifkan. Informasi itu pun memberikan input kepada sistem elektronik mobil untuk mengatur bukaan gas, transmisi, manajemen tenaga mesin dan pengereman yang paling optimal.

Cara mengaktifkan ACC ini pun sama seperti cruise control biasa yakni melalui tombol pada lingkar kemudi. Fitur canggih ini pun disebut sebagai salah satu cikal bakal sistem pada mobil otonom, di mana salah satu dasar pengoperasian pada mobil otonom menggunakan panduan laser yang digunakan pada ACC.

Di satu sisi, meski pengendalian pedal gas sudah terotomatisasi dengan baik lewat fitur ini, bukan berarti pengemudi bisa menghiraukan kondisi lalu lintas. Disarankan, pengemudi harus tetap harus berkonsentrasi untuk menendalikan lingkar kemudi dan melakukan pengereman darurat dalam kondisi tertentu.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA