Saturday, 13 Rabiul Akhir 1442 / 28 November 2020

Saturday, 13 Rabiul Akhir 1442 / 28 November 2020

Kereta dan Bus Tabrakan di Thailand, 20 Orang Tewas

Senin 12 Oct 2020 00:08 WIB

Red: Nur Aini

Sebuah kereta penumpang melaju ke stasiun saat polisi Thailand dan petugas forensik memeriksa rongsokan bus setelah bertabrakan dengan sebuah kereta di stasiun kereta Khlong Kwaeng Klan di provinsi Chachoengsao, Thailand, 11 Oktober 2020. Dua puluh orang tewas sementara 30 lainnya terluka setelah kereta api menabrak sebuah bus yang membawa umat Buddha menuju ke sebuah kuil untuk upacara pemberian jasa untuk menandai akhir Prapaskah Buddha, kata polisi.

Sebuah kereta penumpang melaju ke stasiun saat polisi Thailand dan petugas forensik memeriksa rongsokan bus setelah bertabrakan dengan sebuah kereta di stasiun kereta Khlong Kwaeng Klan di provinsi Chachoengsao, Thailand, 11 Oktober 2020. Dua puluh orang tewas sementara 30 lainnya terluka setelah kereta api menabrak sebuah bus yang membawa umat Buddha menuju ke sebuah kuil untuk upacara pemberian jasa untuk menandai akhir Prapaskah Buddha, kata polisi.

Foto: EPA-EFE/RUNGROJ YONGRIT
Tidak ada penghalang untuk memblokir lalu lintas saat kereta datang di Thailand

REPUBLIKA.CO.ID, BANGKOK -- Sebuah bus yang menuju ke kuil Buddha bertabrakan dengan kereta di Thailand tengah pada Ahad (11/10), menewaskan setidaknya 20 orang dan menyebabkan 30 orang luka-luka, sebagaimana dikatakan otoritas setempat.

Kecelakaan terjadi pada pukul 8:05 pagi waktu setempat, di dekat stasiun kereta Khlong Kwaeng Klan, 63 km ke arah timur dari Bangkok, kata Maitree Tritilanon, Gubernur provinsi Chachoengsao, di mana kecelakaan tersebut terjadi. Sebuah bus tur yang membawa sebanyak 60 pekerja pabrik menuju sebuah upacara Buddha di kuil tengah melintasi rel kereta saat ditabrak oleh kereta barang menuju ibu kota dari bagian timur Thailand.

Bus itu terbalik dan bagian atasnya robek, dengan puing-puing dan logam berserakan di sekitar area kecelakaan, sebagaimana terlihat dalam gambar dari petugas penyelamat. Kereta tetap berada di rel. Gubernur Maitree mengatakan perlintasan itu memiliki alarm tetapi tidak ada penghalang untuk memblokir lalu lintas saat kereta datang. Dia mengatakan provinsi itu akan memasang gundukan dan penghalang kecepatan serta menebang pohon di dekat penyeberangan untuk meningkatkan jarak pandang.

Baca Juga

“Biarlah kasus ini menjadi pelajaran, dan kami akan melakukan perbaikan di tempat-tempat yang berisiko agar kecelakaan seperti itu tidak terjadi lagi,” kata Maitree dalam pernyataannya.

Jalan di Thailand termasuk yang paling mematikan di dunia, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Ada sedikit peningkatan meskipun kampanye keselamatan telah dilakukan selama bertahun-tahun. Para penumpang bus sedang melakukan perjalanan dari provinsi Samut Prakan ke sebuah kuil Buddha di Chachoengsao untuk upacara penghargaan yang menandai akhir dari Pra-paskah Buddha.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA