Monday, 23 Zulhijjah 1442 / 02 August 2021

Monday, 23 Zulhijjah 1442 / 02 August 2021

Bruno Fernandes Apresiasi Tenaga Kesehatan Tangani Pandemi

Ahad 11 Oct 2020 20:43 WIB

Rep: Muhammad Ikhwanuddin/ Red: Muhammad Akbar

 Bruno Fernandes dari Manchester United melakukan selebrasi setelah mencetak gol 1-0 dalam pertandingan Liga Premier Inggris antara Manchester United dan Tottenham Hotspur di Manchester, Inggris, 04 Oktober 2020.

Bruno Fernandes dari Manchester United melakukan selebrasi setelah mencetak gol 1-0 dalam pertandingan Liga Premier Inggris antara Manchester United dan Tottenham Hotspur di Manchester, Inggris, 04 Oktober 2020.

Foto: EPA-EFE/Alex Livesey
Dia tidak mau keluarganya berada di dalam risiko karena penularan virus

REPUBLIKA.CO.ID, MANCHESTER -- Gelandang Manchester United, Bruno Fernandes mengapresiasi kerja keras tenaga kesehatan yang berusaha menangani pandemi Covid-19 selama beberapa bulan terakhir.

Pemain berpaspor Portugal itu mengatakan, ada anggota keluarganya yang berprofesi sebagai tenaga kesehatan. Mengetahui betapa berat profesi saudaranya tersebut, ia mengapresiasi usaha orang-orang yang rela mengorbankan diri demi kesehatan.

"Kakak saya dan kekasihnya adalah tenaga kesehatan di London. Ia berkata dua hari yang lalu, mengapa saya tidak berterima kasih pada tenaga kesehatan," katanya seperti dilansir laman resmi MU, Ahad (11/10).

"Sekarang saya akan katakan itu, terima kasih para tenaga kesehatan!" ujarnya menambahkan.

Ia mengaku sedih karena tenaga kesehatan sulit untu berjumpa sanak keluarga karena risiko pemaparan virus yang tinggi. Sudah hampir delapan juga belum bertemu sang kakak.

"Contohnya, kakak saya sudah bekerja sejak Maret dan belum pulang. Dia tidak mau keluarganya berada di dalam risiko karena penularan virus," ujarnya.

Ia berharap, pandemi segera usai sehingga kakaknya bisa pulang ke Portugal untuk mengunjungi orangtuanya.

"Beberapa dari mereka (tenaga kesehatan) punya anak di rumah tapi tidak bisa pulang. Mereka mungkin hanya bisa bertemu keluarga setiap dua atau tiga bulan sekali. Itu sulit," ucapnya.


BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA