Ahad 11 Oct 2020 09:50 WIB

Serbia Lakukan Latihan Militer Bersama Rusia dan China

Beberapa tahun terakhir, Serbia terus meningkatkan anggaran militernya.

Rep: Dwina Agustin/ Red: Nidia Zuraya
Presiden Serbia, Aleksandar Vucic
Foto: IST
Presiden Serbia, Aleksandar Vucic

REPUBLIKA.CO.ID, PESTER -- Serbia melakukan latihan militer bersama Rusia dan China dalam acara Cooperation 2020, Sabtu (10/10). Momen ini pun digunakan sebagai ajang unjuk kekuatan militer yang telah diperbarui.

Pesawat tempur jet, helikopter tempur, dan tank buatan Rusia ditembakkan ke sasaran darat. Sementara drone tempur China terbang di atas tempat pelatihan Pester yang terpencil di wilayah paling barat Serbia.

Baca Juga

Latihan tersebut dihadiri oleh Presiden Serbia, Aleksandar Vucic, dan pejabat lainnya. Peristiwa ini pun menggarisbawahi hubungan militer Beograd yang erat dengan Beijing dan Moskow.

Dalam beberapa tahun terakhir, Serbia telah mempercepat pengeluaran pertahanan karena berusaha mendominasi di Balkan Barat. Anggaran militernya naik menjadi sekitar 1,14 miliar dolar AS pada 2020 dan pada 2019 memiliki jumlah 43 persen lebih banyak daripada 2018. Belanja militer tahun ini mewakili sekitar 2,4 persen dari produk domestik bruto negara itu.

"Kami memperkuat tentara kami untuk mencegah penyerang, kami tidak berniat untuk melakukan ... konflik," kata Vucic kepada wartawan setelah latihan.

Untuk pertama kali, Serbia mendemonstrasikan penggunaan drone tempur CH-92A, penyebaran pertama kendaraan udara tak berawak China di Eropa. Negara ini menerima enam drone seperti itu pada Juni.

Beijing melihat Serbia sebagai bagian dari Belt and Road Initiative. Program ini bertujuan untuk membuka hubungan perdagangan luar negeri baru bagi perusahaan-perusahaan China yang telah menginvestasikan miliaran euro, terutama dalam pinjaman lunak untuk proyek infrastruktur dan energi.

Untuk latihan tersebut, militer Serbia mengerahkan lebih dari 40 pesawat, sekitar 150 kendaraan termasuk tank dan pengangkut personel lapis baja, serta sekitar 2.800 tentara. Militer Serbia didasarkan pada teknologi bekas Soviet dan dalam beberapa tahun terakhir Beograd telah membeli jet tempur MiG-29 dan senjata lain dari Rusia, termasuk helikopter tempur Mi-35 dan sistem pertahanan udara Pantsir yang ditunjukkan pada  Cooperation 2020.

Serbia yang merupakan kandidat anggota Uni Eropa menyatakan netralitas militer pada tahun 2006. Serbia bergabung dengan program Kemitraan untuk Perdamaian NATO, meskipun tidak mencari keanggotaan penuh dalam aliansi pertahanan Barat.

sumber : Reuters
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement