Thursday, 24 Ramadhan 1442 / 06 May 2021

Thursday, 24 Ramadhan 1442 / 06 May 2021

Seekor Burung yang Selamatkan Umar bin Khattab dari Siksa

Sabtu 10 Oct 2020 20:47 WIB

Rep: Hasanul Rizqa/ Red: Nashih Nashrullah

Umar bin Khattab dikenal sebagai sosok penyayang hewan. Ilustrasi burung Merpati di Masjid Nabawi, Madinah Al-Munawaroh

Umar bin Khattab dikenal sebagai sosok penyayang hewan. Ilustrasi burung Merpati di Masjid Nabawi, Madinah Al-Munawaroh

Foto: ROL/Agung Sasongko
Umar bin Khattab dikenal sebagai sosok penyayang hewan.

REPUBLIKA.CO.ID, Kasih sayang hamba terhadap makhluk Allah SWT yang ada di bumi merupakan kebaikan yang akan berbalas ganjaran sepadan, baik selama di alam kubur atau kelak di akhirat. 

Rasulullah SAW bersabda dalam hadits riwayat Abdullah bin Amar RA: 

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : الرَّاحِمُونَ يَرْحَمُهُمُ الرَّحْمَنُ ، ارْحَمُوا مَنْ فِي الأَرْضِ يَرْحَمْكُمْ مَنْ فِي السَّمَاءِ

Baca Juga

“Para penyayang akan disayangi Sang Mahapenyayang. Maka, sayangilah semua makhluk di muka bumi, niscaya kalian akan disayangi siapa pun yang ada di langit.”

Syekh al-Ushfuri dalam Mawaizh Al-‘Ushfuriyyah menukilkan kisah dari Umar bin Khattab. Setelah ia meninggal dunia, beberapa ulama mengaku bermimpi bertemu dengan sang khalifah kedua itu. Bagaimana keadaanmu? Apa yang telah Allah lakukan terhadapmu?

“Allah memaafkanku dan mengampuni dosa-dosaku,” jawab Umar. “Apa yang membuat Allah mengampunimu? Apakah kedermawananmu, keadilanmu, ataukah karena kezuhudanmu?” tanyanya lagi. 

“Tak lama setelah kalian menguburku dan menimbunku dengan tanah, lalu kalian meninggalkanku sendirian, datanglah kepadaku dua malaikat yang sangat menyeramkan wujudnya.

Akalku pun melayang, dan sendi-sendi tulangku gemetaran begitu melihat keduanya. Keduanya lantas memegangku, mendudukkan, dan hendak menanyaiku. Namun, tiba-tiba aku mendengar suara gaib berkata, 'Tinggalkanlah hamba-Ku itu dan jangan kalian berdua menakutinya! Sesungguhnya Aku menyayanginya dan telah kuampuni dosa-dosanya. Sebab, di dunia dulu ia menyayangi seekor burung sehingga Aku pun menyayanginya di akhirat ini.'

Burung yang dimaksud tak lain hewan yang sempat dilihat khalifah Umar ketika suatu hari berjalan menyusuri Madinah. Tak sengaja, ia melihat seorang bocah memegang seekor burung dan mempermainkannya. Umar menaruh rasa iba akan burung itu sehingga ia membelinya dari bocah itu. Kemudian, hewan tersebut pun dibebaskannya. Demikianlah, bahkan kasih sayang hanya terhadap seekor burung dapat melapangkan kubur seorang insan yang beriman. 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA