Sunday, 8 Rabiul Awwal 1442 / 25 October 2020

Sunday, 8 Rabiul Awwal 1442 / 25 October 2020

Pencari Surga tak akan Tidur dan Siapa yang Terakhir Masuk?

Sabtu 10 Oct 2020 18:21 WIB

Rep: Hasanul Rizqa/ Red: Nashih Nashrullah

Rasulullah SAW menegaskan sifat pencari surga tak akan pernah tidur Ilustrasi surga

Rasulullah SAW menegaskan sifat pencari surga tak akan pernah tidur Ilustrasi surga

Foto: Pixabay
Rasulullah SAW menegaskan sifat pencari surga tak akan pernah tidur

REPUBLIKA.CO.ID, 

عَنْ كُلَيْبِ بْنِ حَزْنٍ ، قَالَ : سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ : يَا قَوْمِ اطْلُبُوا الْجَنَّةَ جَهْدَكُمْ ، وَاهْرُبُوا مِنَ النَّارِ جَهْدَكُمْ ، فَإِنَّ الْجَنَّةَ لَا يَنَامُ طَالِبُهَا ، وَإِنَّ النَّارَ لَا يَنَامُ هَارِبُهَا ، أَلَا إِنَّ الْآخِرَةَ الْيَوْمَ مُحَفَّفَةٌ بِالْمَكَارِهِ ، وَإِنَّ الدُّنْيَا مُحَفَّفَةٌ بِالشَّهَوَاتِ

Hadis yang diriwayatkan Kulaib bin Hazn. Rasulullah SAW bersabda, “Wahai umatku, kejarlah surga dengan segala daya upaya kalian dan hindarilah neraka dengan semua kekuatan kalian. Sesungguhnya pencari surga itu tidak tidur. Demikian pula dengan neraka: orang yang ingin terhindar darinya juga tidak tidur. Ingatlah, bahwa surga itu dikelilingi berbagai hal yang tak disukai, sedangkan neraka dikitari berbagai keenakan dan kenikmatan yang menggoda.”

Baca Juga

Syekh Muhammad bin Abu Bakar al-Ushfuri, dalam kitabnya al-Mawaizh al- Ushfuriyyah (diterjemahkan dalam bahasa Indonesia menjadi Belajar Cinta dari Seekor Burung Pipit: Kumpulan Hadis Nabi tentang Cinta dan Kasih Sayang), meletakkan hadits ini dalam urutan ke-10 pembahasan haditsnya. 

Dalam kitab tersebut, ulama sekaligus penyair Mesir dari abad ke-17 itu lantas disandingkan dengan empat kisah. Beberapa di antaranya juga bersumber dari hadits Nabi SAW. Umpamanya, kisah tentang orang yang paling belakangan masuk surga. 

Kisah itu berasal dari hadits riwayat Mughirah bin Syu'bah, yakni sebagai berikut: 

عن الْمُغِيْرَةَ بْنَ شُعْبَةَ رضي الله عنه قَالَ: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: "سَأَلَ مُوسَى رَبَّهُ: مَا أَدْنَى أَهْلِ الْجَنَّةِ مَنْزلَةً؟ قَالَ: هُوَ رَجُلٌ يَجِيءُ بَعْدَ مَا أُدْخِلَ أَهْلُ الْجَنَّةِ الجَنَّةَ فَيُقَالُ لَهُ: ادْخُلِ الْجَنَّةَ. فَيَقُولُ: أَيْ رَبِّ كَيْفَ؟ وَقَدْ نَزَلَ النَّاسُ مَنَازِلَهُمْ وَأَخَذُوا أَخَذَاتِهِمِ؟ فَيُقَالُ لَهُ: أَتَرْضَىٰ أَنْ يَكُونَ لَكَ مِثْلُ مُلْكِ مَلِكٍ مِنْ مُلُوكِ الدُّنْيَا؟ فَيَقُولُ: رَضِيتُ، رَبِّ فَيُقُولَ: لَكَ ذَلَكَ وَمِثْلُهُ وَمِثْلُهُ وَمِثْلُهُ وَمِثْلُهُ   

Nabi Musa pernah bertanya kepada Allah, 'Wahai Tuhanku, beritahukanlah kepadaku siapakah gerangan orang yang terakhir masuk surga dan berapa lama ia akan berada di surga?'

Allah menjawab, ‘Wahai Musa, tidak ada seorang Muslim yang akan terus berada di neraka kecuali seseorang yang akhirnya Ku-keluarkan darinya karena rahmat-Ku. Lalu, orang itu akan berdiri di depan pintu surga hingga Aku berkata kepadanya, 'Masuklah ke surga.' Namun, ia menjawab, Bagaimana aku mau masuk ke surga, sementara semua orang sudah menempati tempat dan kedudukan mereka masing-masing sampai tidak tersisa satu kenikmatan atau satu tempat pun buatku?’

Maka, Ku-katakan kepadanya, ‘Wahai hamba-Ku, maukah engkau Kuberi sebuah tempat di surga yang luasnya sebesar kerajaan dua orang raja di dunia?’ Mau, wahai Tuhanku, jawabnya dengan suka cita. Kalau begitu, masuklah ke surga. Engkau akan mendapatkan tempat yang luasnya beberapa kali lipat dari yang kusebutkan tadi, kata-Ku kepadanya.” Demikianlah. Akhirnya, Allah memberinya tempat seluas kerajaan empat orang raja yang ada di dunia.   

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA