Wednesday, 17 Rabiul Akhir 1442 / 02 December 2020

Wednesday, 17 Rabiul Akhir 1442 / 02 December 2020

Berpikir Positif, Solusi Hadapi Stigma Bagi Pasien Covid-19

Jumat 09 Oct 2020 21:22 WIB

Red: Reiny Dwinanda

Petugas kesehatan melakukan pendataan pasien Covid-19 berstatus orang tanpa gejala untuk dievakuasi menggunakan bus sekolah di Puskesmas Kecamatan Makasar, Jakarta Timur, Kamis (24/9). Sebanyak tujuh pasien Covid-19 berstatus orang tanpa gejala dievakuasi dari puskemas Kecamatan Makasar menggunakan bus sekolah khusus Covid-19 menuju RS Darurat Wisma Atlet.

Petugas kesehatan melakukan pendataan pasien Covid-19 berstatus orang tanpa gejala untuk dievakuasi menggunakan bus sekolah di Puskesmas Kecamatan Makasar, Jakarta Timur, Kamis (24/9). Sebanyak tujuh pasien Covid-19 berstatus orang tanpa gejala dievakuasi dari puskemas Kecamatan Makasar menggunakan bus sekolah khusus Covid-19 menuju RS Darurat Wisma Atlet.

Foto: Republika/Thoudy Badai
Pasien Covid-19 kerap mendapat stigma negatif dari orang sekitar.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Psikolog Mira Amir SPsi mengatakan, selalu berpikir positif dan berbahagia adalah solusi untuk menghadapi stigma negatif dari orang di sekitar terhadap pasien Covid-19. Ia menyerukan agar fokus pada apa yang bisa diubah.

"Apa yang bisa membuat kita bahagia, membuat kita nyaman. Jadi abaikan saja stigma-stigma negatif itu," kata Mira dalam konferensi pers bersama Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 di Graha BNPB, Jakarta, Jumat.

Mira mengatakan, pandangan negatif orang-orang di sekitar terhadap pasien Covid-19 bisa dikarenakan oleh kurangnya informasi yang mereka peroleh mengenai penyakit infeksi virus corona tipe baru, SARS-CoV-2, tersebut. Oleh karena itu, mereka menjadi khawatir atau enggan untuk berinteraksi dan cenderung menjauhi orang-orang yang teridentifikasi positif Covid-19.

Padahal, jika mengetahui bagaimana Covid-19 menyebar dan tahu cara membatasi penularannya, semestinya masyarakat bisa berlaku lebih bijaksana dan tidak berpandangan negatif terhadap orang-orang di sekitar yang terkena Covid-19. Mira menyebut, mereka kurang memiliki atau kurang mendapatkan informasi yang utuh atau benar.

"Jadi hanya katanya-katanya, hanya dengar dari sana sini. Jadi seharusnya mereka bisa mendapatkan informasi langsung dari pakarnya, dari dokter, tenaga kesehatan. Sebaiknya seperti itu," ujar Mira yang juga konselor Employee Assistance Program di BUMN dan Lembaga Negara.

Sementara bagi pasien Covid-19, Mira berpesan untuk memaklumi orang-orang yang belum paham tersebut. Ia menyerukan agar fokus pada upaya pemulihan diri dengan tetap bahagia dan berpikir positif.

"Maafkan bahwa mereka yang memberi stigma negatif pada kondisi kita adalah mungkin belum paham sepenuhnya karena penyakit ini memang baru. Yang penting adalah saya bisa membuat diri saya senang, bahagia, menerima diri saya, dan saya yakin dengan penuh keyakinan bahwa saya bisa sembuh. Saya bisa melewati masa sulit ini," kata Mira.

Baca Juga

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA