Jumat 09 Oct 2020 18:13 WIB

Menristek Luncurkan 100 Riset Inovasi Universitas Andalas

Inovasi ini siap dikomersialisasi dunia usaha dan industri.

Menristek/Badan Ristek dan Inovasi Nasional (BRIN) Bambang Brodjonegoro.
Foto: ANTARA/Puspa Perwitasari
Menristek/Badan Ristek dan Inovasi Nasional (BRIN) Bambang Brodjonegoro.

REPUBLIKA.CO.ID, PADANG -- Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset Nasional dan Inovasi Nasional (BRIN) Bambang Brodjonegoro meluncurkan 100 lebih produk inovasi dan hasil riset Universitas Andalas (Unand) Padang. Inovasi ini siap dikomersialisasi dunia usaha dan industri.

"Saya melihat Unand sudah menuju hilirisasi riset dan diharapkan dan dilihat dari produk-produk riset yang telah dihasilkan amat sesuai dengan hasil kekayaan alam yang dimiliki bangsa ini," kata dia di Padang, Jumat (9/10) saat peluncuran secara daring.

Baca Juga

Ia memaparkan tidak ada yang menyangsikan lagi Indonesia adalah negara yang paling kaya sumber daya alamnya. Bahkan kalau dilihat potensi keanekaragaman hayati yang ada di permukaan Indonesia nomor dua di dunia setelah Brasil.

Dia mengingatkan kekayaan alam yang dimiliki tak cukup hanya sebatas dikenali. Sumber daya ini harus mulai dimanfaatkan menjadi sesuatu yang punya nilai tambah dan dapat digunakan bagi masyarakat secara luas melalui riset.

Selain meluncurkan produk inovasi hasil riset Menristek juga meresmikan Science Techno Park Unand, Pusat Teaching Industri Gambir, Pusat Produksi Inovasi Hasil Riset dan Pusat Technology Transfer Office,

Ketua Science Techno Park Unand Eka Candra Lina menyampaikan 100 lebih produk inovasi hasil riset Unand tersebut merupakan hasil karya para inovator Unand dan hasil kerja sama dengan berbagai pihak mulai dari UKM, alumni hingga komunitas.

Seluruh produk telah disusun dalam dua buku berjudul Produk Riset Inovatif Unand jilid I dan II yang terdiri dari produk hasil riset kelompok kesehatan sebanyak 51, kelompok teknologi 59 produk, kelompok pangan 63 produk

Ia menyampaikan membuka diri seluas-luasnya kepada perusahaan rintisan, UMKM hingga pemerintah daerah untuk bekerja sama dengan Unand dalam rangka komersialisasi hasil riset yang telah dilakukan para inovator.

Eka menyampaikan dari 100 lebih hasil riset yang siap dikomersialisasi. Di antaranya motif batik Minang, tenun tradisional Minang, pengering dari tenaga surya, olahan kulit manggis.

Kemudian teknologi pengendalian hama ramah lingkungan, ventilator, pengolahan minyak kelapa alat uji kematangan produk tanaman, produk turunan gambir dengan 18 olahan inovatif, hingga 25 benih jagung hibrida.

"Semua ini siap dikomersialisasi dan dikerjasamakan," katanya.

sumber : antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement