Jumat 09 Oct 2020 17:34 WIB

Penderita Gangguan Jiwa Meningkat Selama Wabah Covid-19

Gangguan jiwa selama pandemi Covid-19 di Banyumas didominasi depresi dan kecemasan

Rep: Eko Widiyatno/ Red: Nur Aini
Orang yang mengalami gangguan jiwa (ilustrasi)
Foto: Boldsky
Orang yang mengalami gangguan jiwa (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, BANYUMAS -- Wabah Covid-19 yang berlangsung sejak Maret 2020, ternyata tidak hanya berdampak pada aspek ekonomi, tetapi juga kesehatan jiwa masyarakat. Hal itu disampaikan salah satu tenaga medis di Bangsa Jiwa RSUD Banyumas, dr Basiran SpKJ.

''Paling tidak, di Banyumas terjadi peningkatan pasien jiwa sejak wabah Covid-19 berlangsung,'' ujarnya, Jumat (9/10).

Baca Juga

Dia menyebutkan, dalam kondisi normal, dalam arti masyarakat bebas beraktivitas tanpa rasa takut terjangkit Covid 19, prevalensi gangguan jiwa masyarakat hanya sekitar 11,6 persen. ''Namun sejak terjadinya wabah, prevalensi gangguan jiwa meningkat hingga 57 persen,'' katanya.

Menurutnya, gangguan jiwa yang dialami masyarakat ini, terdiri atas gangguan jiwa ringan, sedang dan berat. ''Jadi tidak seluruhnya berat. Ada yang mengalami gangguan jiwa ringan, dan juga sedang,'' katanya.

Dokter Basiran menyebutkan, penyakit gangguan jiwa, secara umum terdiri dari dua jenis yakni, gangguan jiwa psikotik dan nonpsikotik. Orang dengan gangguan jiwa psikotik sudah tidak bisa menilai diri sendiri dan lingkungan sekitarnya. Sedangkan, yang menderita gangguan nonpsikotik masih bisa menilai.

''Gangguan jiwa yang dialami, kebanyakan masih dalam bentuk nonpsikotik. Bentuk gangguan jiwa yang dialami, antara lain berupa depresi dan kecemasan yang berlebihan,'' katanya.

Dia menilai, peningkatan jumlah pasien gangguan jiwa yang berlangsung selama wabah Covid-19 ini, umumnya terjadi banyak orang tidak bisa melakukan sesuatu yang diinginkan karena khawatir terjangkit Covid. Bahkan ada juga pasien yang sampai mengalami gangguan jiwa psikotik, karena kehilangan pekerjaan atau kehilangan orang yang dicintainya sebagai dampak wabah.

Kepala Instalasi Yankeswa (Pelayanan Kesehatan Jiwa) RSUD Banyumas, dr Hilma Paramitha, menyebutkan pihaknya saat sedang mengembangkan metode baru dalam upaya penyembuhan pasien gangguan kejiwaan. Hal itu antara lain, dengan terapi berkebun di lahan sekitar rumah sakit.

''Terapi berkebun ini diberikan sebagai upaya untuk mempercepat proses penyembuhan. Selain mendapat obat medis, pasien diajak ke luar bangsal dan beraktivitas dengan menanam tanaman,'' katanya.

Dia menyebutkan, dengan cara ini diharapkan tingkat kekambuhan pasien jiwa setelah pulang ke rumah bisa dikurangi. ''Pasien yang sudah sembuh dan pulang ke rumahnya, selama ini seringkali kambuh lagi karena sulit menyesuaikan diri dengan masyarakat. Namun dengan keterampilan berkebun, mantan pasien akan memiliki kegiatan yang bisa meredam  kegelisahannya,'' katanya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement