Thursday, 11 Rabiul Akhir 1442 / 26 November 2020

Thursday, 11 Rabiul Akhir 1442 / 26 November 2020

Fatima Hussein, Muslim Pertama di Pemilihan Dewan Brasil

Jumat 09 Oct 2020 14:38 WIB

Rep: Kiki Sakinah/ Red: Ani Nursalikah

Fatima Hussein, Muslim Pertama di Pemilihan Dewan Brasil. Fatima Hussein menjadi wanita Muslim Palestina pertama yang dinominasikan sebagai kandidat dalam pemilihan dewan kota di Brasil. Fatima menjadi

Fatima Hussein, Muslim Pertama di Pemilihan Dewan Brasil. Fatima Hussein menjadi wanita Muslim Palestina pertama yang dinominasikan sebagai kandidat dalam pemilihan dewan kota di Brasil. Fatima menjadi

Foto: Fatima Hussein for Middle East Monitor
Fatima lahir di Brasil dari orang tua migran Palestina.

REPUBLIKA.CO.ID, BRASILIA -- Fatima Hussein menjadi wanita Muslim Palestina pertama yang dinominasikan sebagai kandidat dalam pemilihan dewan kota di Brasil. Fatima menjadi 'wajah baru' dari Partai Demokrat dalam pemilihan dewan kota di Florianopolis.

Sehari-harinya, dokter gigi Palestina ini mengabdikan waktunya melayani komunitas setempat. Namun dalam pemilihan kali ini, dia akan membuat terobosan baru.

"Saya akan menjadi satu-satunya kandidat yang memakai jilbab. Kami menderita karena berita palsu di sini di Brasil, banyak yang berbahaya bagi wanita Muslim. Namun, saya percaya dewan kota akan menjadi ruang demokrasi yang nyata, di mana semua orang merasa terwakili, dan simbol-simbol Islam akan ditampilkan dan dihormati," kata Fatima, dilansir di Middle East Monitor, Jumat (9/10).

Baca Juga

Fatima meyakini, dia akan dapat menunjukkan wanita Muslim dapat belajar, memiliki pekerjaan, memiliki penghasilan sendiri, membuat keputusan, bersuara, dan bersuara kepada orang lain. Jika terpilih, dia bertujuan melawan semua jenis diskriminasi, termasuk ras, jenis kelamin, warna kulit, dan agama.

Dengan jutaan orang Palestina yang masih hidup dalam pengasingan dari tanah yang telah mereka tempati selama beberapa generasi, kisah Fatima Hussein adalah salah satu dari sekian banyak kisah yang menggambarkan pengungsi Palestina adalah contoh hidup dari kesabaran dan, dalam banyak kasus, sukses. Baik trauma pengasingan maupun rasa sakit kehilangan tidak mematahkan semangat mereka. Sebaliknya, pengalaman kolektif justru membuat mereka semakin kuat.

Menjadi seorang wanita dalam politik adalah tantangan tersendiri. Namun, bagi Fatima tidak hanya itu. Ia menjadi seorang Muslim, Palestina, seorang dokter gigi dan seorang ibu, semua peran yang dijalankan oleh Hussein dalam masyarakat.

Brasil adalah negara terbesar kelima di dunia, dan memiliki populasi Katolik Roma terbesar. Dia sangat percaya ketika seorang wanita memiliki keyakinan di dalam hatinya dan bertekad, dia dapat mencapai apa pun yang dia inginkan, terlepas dari semua tantangan dan perpecahan di masyarakat. Bagaimanapun, Fatima adalah orang Palestina kelahiran Brasil.

 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA